Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Pop Culture Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Zeiniye Gandeng IPARI Situbondo, Penyuluh Agama Jadi Garda Depan Merawat Kebhinekaan dan Wawasan Kebangsaan

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 30 Juni 2026 | 20:57 WIB
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Zeiniye dalam sosialiasi ‘Merawat Kebhinekaan Dan Mengokohkan Nilai Wawasan Kebangsaan’ Selasa (30/06). HUMAIDI/JPRS
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Zeiniye dalam sosialiasi ‘Merawat Kebhinekaan Dan Mengokohkan Nilai Wawasan Kebangsaan’ Selasa (30/06). HUMAIDI/JPRS

RADARSITUBONDO.ID – Merawat kebhinekaan dan mengokohkan nilai wawasan kebangsaan menjadi tugas bersama yang harus disadari oleh semua pihak. Sebab, tugas yang berat itu tidak mungkin hanya ditanggung oleh satu golongan saja. Sebab itulah, anggota DPRD Jawa Timur, Zeiniye memilih bersinergi dengan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Situbondo untuk mensukseskan hal tersebut. 

Dalam sosialiasi ‘Merawat Kebhinekaan Dan Mengokohkan Nilai Wawasan Kebangsaan’ yang digelar Selasa (30/06) di Aula BR Cafe itu, Zeiniye menerangkan bahwa tantangan merawat kebhinekaan dan mengokohkan nilai wawasan kebangsaan di tanah air saat ini kian kompleks. Sebab itulah, keterlibatan penyuluh agama sangat diperlukan.

“Tentu tidak mungkin kalau saya sendirian atau hanya anggota DPRD Jatim yang menyampaikan pesan-pesan tersebut. Harus bersinergi dengan banyak pihak, dengan orang-orang atau kelompok yang memang memiliki kemampuan, tugas dan fungsi senada,” terang anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim tersebut.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Situbondo itu menyampaikan, kehadiran penyuluh agama yang sampai ke pelosok desa sangat strategis untuk menjadi garda terdepan dalam memotret masalah dan menyelesaikannya, tentu dengan bahasa agama. Termasuk, menyampaikan apa yang menjadi visi-misi maupun program-program pemerintah.

 Selain Zeiniye, nara sumber kedua dalam sosialiasi ‘Merawat Kebhinekaan Dan Mengokohkan Nilai Wawasan Kebangsaan’ adalah Kepala Kantor kementerian Agama, Mohammad Mudhoffar. Dia memberikan penguatan mengenai tugas pokok dan fungsi penyuluh agama sebagai pelayan, pembimbing, sekaligus pendamping masyarakat dalam kehidupan beragama.

Mudoffar juga mengulas kembali Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan Nomor 9 Tahun 2006 yang mengatur pedoman dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta pendirian rumah ibadah.

Menurutnya, pemahaman terhadap regulasi tersebut sangat penting dimiliki oleh setiap penyuluh agama agar mampu memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat serta menjadi bagian dari solusi dalam menjaga kondusivitas kehidupan beragama.

KEBERSAMAAN: Di sela-sela acara sosialiasi ‘Merawat Kebhinekaan Dan Mengokohkan Nilai Wawasan Kebangsaan’ Selasa (30/06) juga dilakukan pemotongan tumpeng HUT IPARI ke-3.
KEBERSAMAAN: Di sela-sela acara sosialiasi ‘Merawat Kebhinekaan Dan Mengokohkan Nilai Wawasan Kebangsaan’ Selasa (30/06) juga dilakukan pemotongan tumpeng HUT IPARI ke-3.

"Penyuluh agama bukan hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga menjadi jembatan dialog, penjaga harmoni, dan penguat nilai-nilai kebangsaan. Penguasaan regulasi, khususnya Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan 9 Tahun 2006, merupakan bekal penting agar penyuluh mampu mengedukasi masyarakat secara tepat serta menghadirkan solusi dalam setiap dinamika kehidupan beragama," paparnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh penyuluh agama semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, serta mampu menjalankan tugas pembinaan keagamaan secara profesional dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Situbondo yang rukun, harmonis, dan moderat.

Kegiatan yang merupakan rangkaian HUT IPARI ke-3 tahun ini dihadiri para penyuluh agama se-Kabupaten Situbondo. Acara dibuka oleh Kasi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Situbondo, H. Buhadi. Dalam sambutannya, dia menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki posisi yang sangat strategis sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan, membangun toleransi, serta menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#Zeiniye #dprd jawa timur #kemenag situbondo