RADARSITUBONDO.ID – Sebuah kapal tongkang mengalami kendala operasional akibat cuaca buruk di perairan Pantai Dusun Merak, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Selasa (30/6/2026).
Pihak berwenang memastikan delapan anak buah kapal (ABK) termasuk nakhoda berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan saat ini tengah beristirahat di Pelabuhan Jangkar.
Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panarukan, Erland Apriyanto, menjelaskan bahwa kapal jenis Tug Boat (TB) BMB 89 yang menarik Tongkang (TK) Karya Indah III tersebut awalnya bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Sabtu (27/6). Kapal tersebut menjadwalkan pengiriman material konstruksi seberat 1.514,88 MT menuju Pelabuhan Kempo, NTB.
“Kapal mengalami kendala akibat faktor cuaca pada Selasa pagi (30/6) sekitar pukul 05.40 WIB saat melintasi perairan kawasan Taman Nasional Baluran,” terang Erland.
Akibat hantaman ombak dan cuaca buruk, posisi tongkang dilaporkan sempat miring secara signifikan. Guna mengantisipasi risiko lebih lanjut, nakhoda kapal, Alip Joko Yuwono, segera menginstruksikan kru untuk melepas tali penarik (towing).
Langkah cepat tersebut membuat sebagian besar muatan material terlepas ke laut. Kru kemudian berupaya mengamankan badan tongkang ke area perairan dangkal di sekitar Pantai Merak Baluran sebelum akhirnya posisi kapal sepenuhnya kandas.
Insiden ini mengakibatkan beberapa kerusakan fisik pada lambung kanan kapal serta reling pembatas. Sejumlah material konstruksi, fasilitas genset, alat berat crane, serta unit kendaraan operasional dilaporkan ikut terlepas selama proses pengamanan darurat tersebut.
“Untuk armada Tug Boat BMB 89 yang bertugas menarik saat ini dalam kondisi aman dan sudah bersandar di Pelabuhan Jangkar. Seluruh kru dan ABK dalam keadaan sehat walafiat dan saat ini sedang kami mintai keterangan untuk melengkapi laporan insiden,” pungkas Erland.
Editor : Edy Supriyono