Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Pop Culture Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Grup Facebook LGBT Catut Nama Situbondo, Pemerintah Daerah Siapkan Langkah Hati-hati

Ahmad Rifa'ie • Kamis, 2 Juli 2026 | 21:15 WIB
PARKIR SEPEDA: Seorang warga memarkir sepeda di area Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Situbondo di Jalan PB Sudirman, Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo, Kamis (2/7). (Ahmad Rifa
PARKIR SEPEDA: Seorang warga memarkir sepeda di area Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Situbondo di Jalan PB Sudirman, Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo, Kamis (2/7). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Situbondo, Sugiono menanggapi keresahan masyarakat terkait munculnya grup Facebook LGBT serta biseksual yang menggunakan nama Situbondo. Dia menegaskan pemerintah daerah akan melakukan kajian dan mengambil langkah setelah mengumpulkan informasi dari berbagai pihak.

Sugiono menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak ingin tergesa-gesa mengambil keputusan tanpa melalui proses dan analisis yang matang. Setiap fenomena yang muncul di ruang digital perlu dipelajari secara komprehensif agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat.

"Saat ini kami masih mengumpulkan berbagai informasi terkait hal-hal yang dianggap berseberangan dengan kultur masyarakat sehingga menjadi atensi. Kami harus melakukan kajian untuk melihat dampak positif maupun dampak negatifnya sebelum menentukan langkah yang tepat," katanya, Kamis (2/7).

Sugiyono menegaskan, Situbondo dikenal sebagai Kota Santri yang memiliki nilai-nilai religius yang kuat. Karena itu, setiap perkembangan yang terjadi di ruang digital perlu disikapi secara hati-hati agar tidak menimbulkan keresahan maupun citra buruk di tengah masyarakat.

"Kami tidak ingin serta-merta mengambil langkah, termasuk pemblokiran atau tindakan lain yang justru dapat memperkeruh suasana," tambahnya.

Menurut Sugiyono, Diskominfo juga terus mendorong penguatan literasi digital, baik kepada pelajar maupun para orang tua. Pengawasan terhadap penggunaan gawai dan media sosial dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk meminimalkan dampak negatif perkembangan teknologi informasi.

"Upaya ini tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Kami juga membutuhkan dukungan dari orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, hingga rekan-rekan media agar edukasi mengenai penggunaan media sosial yang sehat dapat tersampaikan kepada masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah menjadi perhatian Diskominfo melalui berbagai upaya edukasi mengenai pemanfaatan media sosial secara bijak.

Namun, menurutnya, edukasi saja tidak cukup karena peran keluarga sangat menentukan dalam membentuk perilaku anak saat menggunakan media sosial.

"Pertama, tentu melalui Diskominfo yang terus memberikan edukasi mengenai pemanfaatan media sosial dengan baik. Namun, kedekatan dan pengawasan dari keluarga juga sangat penting agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri. Persoalan ini tentu akan menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti oleh Diskominfo," ujarnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #diskominfo