RADARSITUBONDO.ID – Setelah hampir empat dekade tanpa perbaikan besar, Pasar Mimbaan Baru di Kecamatan Panji akhirnya akan direvitalisasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mengalokasikan anggaran Rp4,8 miliar melalui APBD Tahun Anggaran 2026 untuk mengubah wajah pasar terbesar di Situbondo itu menjadi kawasan perdagangan modern yang terintegrasi dengan ruang publik, rekreasi keluarga, hingga pelayanan pemerintahan.
Revitalisasi dilakukan sebagai respons atas menurunnya aktivitas perdagangan dalam beberapa tahun terakhir. Banyak kios dan ruko di pasar tersebut kini kosong karena berkurangnya jumlah pedagang maupun pengunjung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Permukiman (PUPP) Situbondo, Abdul Kadir, mengatakan anggaran sebesar Rp4,8 miliar telah disiapkan untuk memulai penataan kawasan pasar pada tahun depan.
"Kami telah menyiapkan anggaran Rp4,8 miliar melalui APBD Tahun Anggaran 2026," katanya, Minggu (5/7).
Menurut Kadir, dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki infrastruktur Pasar Mimbaan Baru, termasuk menata area parkir di bagian depan pasar agar lebih tertib dan nyaman. Tak hanya itu, konsep revitalisasi juga menghadirkan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi rekreasi keluarga.
"Nanti akan menjadi area rekreasi keluarga, seperti alun-alun," ujarnya.
Konsep baru tersebut diharapkan mampu mengembalikan daya tarik Pasar Mimbaan Baru sebagai pusat aktivitas masyarakat, tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga sebagai tempat berkumpul dan menikmati berbagai fasilitas publik.
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan Pasar Mimbaan Baru merupakan pasar terbesar di Kabupaten Situbondo yang telah berdiri selama sekitar 37 tahun tanpa pernah mendapatkan revitalisasi secara menyeluruh.
Akibat minimnya perawatan, kondisi bangunan dan lingkungan pasar terus mengalami penurunan sehingga semakin ditinggalkan masyarakat.
"Selama 37 tahun tidak ada sentuhan apa pun. Sekarang akan kita rapikan dan kita restorasi menjadi tempat permainan anak-anak, ruang keluarga, dan tempat bersantai," ujarnya.
Bupati yang akrab disapa Mas Rio menegaskan revitalisasi tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan pasar, tetapi juga menghidupkan kembali roda perekonomian para pedagang melalui konsep pasar yang lebih modern, nyaman, dan multifungsi.
Salah satu rencana strategis yang akan diwujudkan adalah memindahkan Mal Pelayanan Publik (MPP) ke lantai dua Pasar Mimbaan Baru. Dengan konsep tersebut, masyarakat yang datang mengurus administrasi pemerintahan diharapkan juga berbelanja dan menikmati kuliner di kawasan pasar sehingga perputaran ekonomi meningkat.
"Tahap pertama kita restorasi bagian selatan terlebih dahulu karena anggarannya masih terbatas. Tahun berikutnya baru dilanjutkan ke bagian utara," jelasnya.
Selain difungsikan sebagai pusat pelayanan publik, lantai dua pasar juga akan disiapkan sebagai ruang pertunjukan seni dan budaya. Sementara area luar pasar akan ditata menjadi taman terbuka sebagai ruang interaksi masyarakat.
"Nanti juga akan ada taman terbuka. Saya minta disiapkan pula tempat untuk pertunjukan budaya di sini," tegas Mas Rio.
Pemkab Situbondo berharap revitalisasi Pasar Mimbaan Baru menjadi titik awal kebangkitan sektor perdagangan tradisional. Dengan menghadirkan fasilitas yang lebih representatif, kawasan ini ditargetkan kembali menjadi ikon ekonomi sekaligus ruang publik yang mampu menarik masyarakat untuk berbelanja, berwisata, dan mengakses berbagai layanan pemerintahan dalam satu lokasi. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono