RADARSITUBONDO.ID – Pemerintah Kabupaten Situbondo menggelar khitanan massal gratis dengan target melayani 1.000 anak selama sepekan. Program yang dimulai sejak Senin (6/7) ini memanfaatkan momentum libur sekolah agar anak-anak dapat mengikuti khitan tanpa mengganggu kegiatan belajar, sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu.
Pada hari pertama, kegiatan dipusatkan di Pendopo Kabupaten Situbondo. Selanjutnya, layanan juga digelar di dua titik lain, yakni wilayah timur di Kecamatan Jangkar dan wilayah barat di Pendopo Pate Alos.
Sekretaris Dinas Kesehatan Situbondo, Rina Widharnani, mengatakan program tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat memperoleh layanan khitan secara layak dan gratis.
“Program ini menargetkan 1.000 anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Karena itu, pemerintah daerah menyelenggarakan khitan massal secara gratis,” ujarnya.
Seluruh biaya tindakan medis, kata Rina, ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo dengan dukungan sejumlah mitra. Tidak hanya layanan kesehatan, setiap peserta juga menerima bingkisan sarung dan uang transport sebagai bentuk dukungan kepada orang tua.
“Seluruh layanan diberikan secara gratis. Bahkan, setiap peserta menerima bingkisan berupa sarung serta uang transport sebagai bentuk dukungan kepada orang tua,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Situbondo, Husna Laili, menilai program khitan massal menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat, terutama keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan sengaja dipilih pada masa libur sekolah agar partisipasi masyarakat lebih tinggi dan anak-anak dapat menjalani proses khitan dengan lebih nyaman.
“Program ini kami laksanakan pada masa libur sekolah agar masyarakat dapat memanfaatkannya tanpa mengganggu kegiatan belajar anak,” ujarnya.
Dengan target 1.000 peserta, khitanan massal ini menjadi salah satu program sosial kesehatan terbesar yang digelar Pemkab Situbondo tahun ini. Selain membantu akses layanan kesehatan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi beban biaya yang selama ini menjadi kendala bagi sebagian keluarga.(rif/pri)
Editor : Edy Supriyono