RADARSITUBONDO.ID – Seekor sapi simental bunting milik warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, berhasil diselamatkan setelah terperosok ke dalam tempat pembuangan kotoran sapi sedalam sekitar dua meter, Senin (6/7) sore. Proses evakuasi berlangsung dramatis selama hampir tiga jam karena bobot sapi yang besar, kondisi lubang yang sempit, serta medan yang dipenuhi lumpur dan kotoran.
Sapi milik Diana Kertika, 45, itu diduga terjatuh setelah tali pengikatnya terlepas. Hewan tersebut berjalan menuju area penampungan limbah ternak, terpeleset, lalu tidak mampu keluar dari lubang yang berisi campuran kotoran dan lumpur.
Kasubbag Umum Damkar Situbondo, Dayat, mengatakan medan yang sempit menjadi tantangan terbesar bagi petugas saat melakukan penyelamatan.
"Selama sapi berada di dalam tempat pembuangan kotoran, proses evakuasi cukup sulit. Selain baunya menyengat, lokasi juga sangat sempit," ujarnya, Selasa (7/7).
Menurut Dayat, lubang tersebut merupakan tempat penampungan campuran kotoran sapi dan lumpur yang rencananya akan dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk cair.
Sebelum meminta bantuan Damkar, pemilik sapi bersama warga sebenarnya telah berusaha melakukan evakuasi secara mandiri sejak sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, keterbatasan peralatan membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
"Pemilik bersama warga sudah berusaha mengevakuasi sapi selama berjam-jam, tetapi gagal karena keterbatasan alat," katanya.
Karena khawatir kondisi sapi yang sedang bunting semakin memburuk, warga akhirnya menghubungi Damkar Situbondo. Belasan personel bersama warga kemudian bergotong royong melakukan proses penyelamatan.
Besarnya ukuran tubuh sapi membuat petugas harus menggunakan metode alternatif. Mereka terlebih dahulu membuat jalur miring di sisi lubang agar proses penarikan lebih mudah dilakukan.
Tubuh sapi kemudian diikat menggunakan tali karet pada bagian pinggang dan kaki depan sebelum ditarik secara bersama-sama hingga akhirnya berhasil keluar dari lubang.
"Kami membuat plengsengan di samping lubang, kemudian mengikat tubuh sapi menggunakan tali karet pada bagian pinggang dan kaki depan. Setelah itu, sapi ditarik bersama-sama hingga akhirnya berhasil keluar," jelas Dayat.
Meski berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup, sapi tersebut tampak kelelahan setelah berjam-jam terjebak di dalam lumpur dan kotoran.
"Alhamdulillah, setelah melalui proses yang cukup lama, sapi akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun kondisinya terlihat lemas karena terlalu lama berada di dalam lubang," pungkasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para peternak agar memastikan hewan ternaknya terikat dengan aman, terutama di sekitar area penampungan limbah ternak yang berpotensi membahayakan apabila tidak dilengkapi pengaman. (rif/pri)