RADARSITUBONDO.ID – Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Situbondo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo pun bergerak cepat dengan memulai distribusi air bersih ke daerah terdampak. Dalam dua hari terakhir, sebanyak enam tangki air telah disalurkan ke dua titik di Kecamatan Suboh yang mengalami krisis air.
Langkah tersebut menjadi penyaluran perdana BPBD Situbondo pada musim kemarau tahun ini. Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, dipilih sebagai lokasi prioritas karena warga di wilayah tersebut telah mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama beberapa pekan terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, mengatakan distribusi air bersih mulai dilakukan sejak Selasa (7/7). Penyaluran dilakukan secara bertahap agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga kondisi kembali normal.
"Kemarin kami sudah mendistribusikan air bersih ke Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh. Penyaluran dilakukan dua kali dalam sepekan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat," ujarnya, Rabu (8/7).
Menurut Timbul, selama dua hari pelaksanaan distribusi, BPBD telah mengirimkan enam tangki air bersih ke dua lokasi berbeda di Kecamatan Suboh. Masing-masing titik menerima tiga tangki air.
"Kemarin tiga tangki di satu lokasi, dan hari ini tiga tangki di lokasi lainnya," katanya.
Banyuputih Jadi Sasaran Berikutnya
Setelah kebutuhan di Kecamatan Suboh terpenuhi, BPBD akan memperluas distribusi ke wilayah lain yang mulai terdampak kekeringan, terutama di Kecamatan Banyuputih.
Sementara itu, kecamatan lain seperti Arjasa dan Jatibanteng masih dalam tahap pemantauan karena hingga kini belum mengajukan permintaan bantuan air bersih.
"Tahap berikutnya kami akan mengirim air bersih ke desa-desa di Kecamatan Banyuputih yang mulai terdampak kekeringan," jelas Timbul.
BPBD juga telah memetakan sejumlah wilayah yang hampir setiap tahun mengalami krisis air saat musim kemarau. Daerah tersebut meliputi Kecamatan Sumbermalang, Suboh, Arjasa, Kendit, Jatibanteng, Bungatan, hingga Banyuputih.
Berdasarkan data BPBD, wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan antara lain Dusun Krajan dan Dusun Jembaran di Desa Palangan, Kecamatan Sumbermalang; Dusun Sokaan Utara di Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh; Dusun Polay di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa; Dusun Tubo Timur dan Tubo Barat di Desa Rajekwesi, Kecamatan Kendit; Dusun Krajan di Desa Kembangsari, Kecamatan Jatibanteng; Dusun Karang Nangka di Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan; serta Desa Sumberejo, Sumberanyar, dan Sumberwaru di Kecamatan Banyuputih.
Tahun lalu, distribusi air bersih BPBD menjangkau tujuh kecamatan yang mengalami kekeringan selama musim kemarau. Tahun ini, pendataan akan terus diperbarui seiring perkembangan kondisi di lapangan.
BPBD mengimbau masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar segera melapor melalui pemerintah desa maupun kecamatan. Dengan demikian, distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
"Kami berharap masyarakat segera melapor melalui pemerintah desa atau kecamatan apabila membutuhkan bantuan air bersih, sehingga distribusi dapat segera dilakukan," pungkas Timbul. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono