Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Pop Culture Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Wapres Gibran Datang ke Situbondo, Warga Sempat Mengira Akan Resmikan Tol Prosiwangi

Ahmad Rifa'ie • Jumat, 10 Juli 2026 | 20:06 WIB
HEBOH: Sejumlah warga Kecamatan Besuki melambaikan tangan ke arah helikopter yang melintas di atas mereka saat menyambut kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia di Situbondo, Jumat (10/7). (Ahmad Rifa
HEBOH: Sejumlah warga Kecamatan Besuki melambaikan tangan ke arah helikopter yang melintas di atas mereka saat menyambut kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia di Situbondo, Jumat (10/7). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka ke Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jumat (10/7), menyita perhatian masyarakat. Sejak pagi, ratusan warga berdatangan ke sekitar lokasi proyek Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) untuk menyaksikan langsung kedatangan putra sulung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, tersebut.

Banyak warga menduga kunjungan itu merupakan agenda peresmian Jalan Tol Prosiwangi yang pembangunannya sudah mendekati tahap akhir. Apalagi, sebagian ruas tol sebelumnya sempat difungsikan secara terbatas saat arus mudik.

Nur, 50, salah seorang warga Besuki, mengaku sengaja datang karena penasaran. Menurutnya, ini menjadi momen bersejarah karena baru pertama kali Situbondo dikunjungi seorang Wakil Presiden Republik Indonesia.

"Apakah ke Situbondo untuk meresmikan jalan tol? Soalnya baru pertama kali Situbondo didatangi Wakil Presiden RI," katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Namun, ketatnya pengamanan membuat warga hanya bisa menyaksikan iring-iringan kendaraan Wakil Presiden dari kejauhan.

Nur mengaku tetap senang meski tidak bisa mendekat ataupun berfoto bersama Gibran.

"Ternyata masih sangat muda dan ganteng. Dari pagi pengamanannya sudah sangat ketat," ujarnya.

Ia menambahkan, kawasan sekitar lokasi dipenuhi aparat gabungan dari Polri serta TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara yang melakukan pengamanan berlapis.

"Jangankan berfoto bersama, mendekat saja sangat sulit. Meski hanya melihat dari kejauhan, saya tetap senang bisa melihat langsung Wakil Presiden," tambahnya.

Hal serupa disampaikan Hariri, warga lainnya. Ia juga sempat mengira Gibran datang untuk meresmikan Jalan Tol Prosiwangi karena progres pembangunannya dinilai hampir selesai.

"Saya kira untuk peresmian jalan tol. Kalau bukan itu, lalu untuk apa datang ke sini?" katanya.

Hariri berharap jalan tol tersebut segera beroperasi agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Situbondo, khususnya kawasan barat yang selama ini berkembang lebih lambat dibanding wilayah lainnya.

"Saya bangga karena untuk pertama kalinya Wakil Presiden datang ke Situbondo. Semoga jalan tol ini segera beroperasi dan membawa manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Bukan Peresmian, tetapi Memastikan Percepatan Proyek

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, meluruskan anggapan masyarakat. Menurutnya, kunjungan Wakil Presiden bukan untuk meresmikan Jalan Tol Prosiwangi, melainkan meninjau perkembangan pembangunan sekaligus memastikan percepatan penyelesaian proyek.

Ia menjelaskan, hingga kini Jalan Tol Prosiwangi masih harus melalui tahapan Uji Laik Jalan (ULJ) serta proses penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebelum dapat dioperasikan secara penuh.

"Saat ini pembangunan diprioritaskan pada Tahap I Ruas Gending–Besuki sepanjang 49,7 kilometer. Berdasarkan data per Juli 2026, Seksi 1 Gending–Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer dan Seksi 2 Kraksaan–Paiton sepanjang 11,20 kilometer telah rampung 100 persen dan telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO)," jelasnya.

Rivan menambahkan, setelah ruas Gending–Besuki beroperasi, waktu tempuh dari Probolinggo menuju Besuki diperkirakan hanya sekitar 1 jam 15 menit.

Sementara itu, apabila seluruh ruas Tol Probolinggo–Banyuwangi telah tersambung, perjalanan yang sebelumnya memakan waktu sekitar lima jam diproyeksikan dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar tiga jam.

Menurutnya, efisiensi waktu tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari memperlancar distribusi logistik hingga meningkatkan daya saing kawasan industri di Jawa Timur.

"Efisiensi mobilitas ini diyakini akan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Kehadiran jalan tol akan memperlancar rantai pasok logistik menuju kawasan industri Paiton dan Pelabuhan Ketapang sebagai gerbang penyeberangan Jawa–Bali," pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#Gibran Situbondo #jasa marga #tol prosiwangi #jalan tol #besuki