RADARSITUBONDO.ID – Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi seorang pria terduga pelaku penipuan di sebuah agen BRILink di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, viral di media sosial.
Pria tersebut diduga membawa kabur saldo transfer sebesar Rp3 juta dengan modus meminta transaksi diproses terlebih dahulu sebelum menyerahkan uang tunai.
Peristiwa tersebut terjadi di Agen BRILink Mila, Kecamatan Asembagus, pada Selasa (7/7) sekitar pukul 15.30 WIB.
Hingga kini, pihak korban sengaja belum melaporkan kejadian ini ke polisi karena masih menunggu itikad baik pelaku untuk mengembalikan uang tersebut.
Menurut keterangan Devin Prakoso, perwakilan dari pihak Agen BRILink Mila, pria tersebut awalnya datang layaknya pelanggan biasa. Ia kemudian mendatangi meja kasir dan meminta bantuan untuk mentransfer dana sebesar Rp3 juta ke sebuah nomor rekening.
Saat proses transaksi berlangsung, pria tersebut tampak memegang segepok uang tunai untuk meyakinkan kasir.
Namun, begitu struk transfer dinyatakan sukses dan selesai diproses, pria itu justru langsung berbalik arah dan melarikan diri.
"Dia minta tolong transfer uang ke rekeningnya sebesar Rp3 juta. Uang tunainya masih dipegang sama dia. Begitu selesai kami transfer, dia langsung kabur. Sempat dikejar oleh petugas kasir, tapi tidak tertangkap," ujar Devin saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).
Wajah Disebar, Korban Tunggu Itikad Baik
Rekaman CCTV yang menangkap jelas wajah pria tersebut kini telah disebarluaskan di jagat maya.
Devin menjelaskan, langkah memviralkan video tersebut bukan bertujuan untuk menghakimi, melainkan sebagai upaya agar pelaku sadar dan segera menghubungi pihak agen untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
Pihak korban mengaku lebih mengutamakan pengembalian kerugian materiil ketimbang harus memperpanjang masalah ke ranah hukum, asalkan pelaku mau bertanggung jawab.
"Kalau tidak ada itikad baik dalam waktu dekat, kami pasti akan mengambil jalur hukum dan menyerahkan penyelidikannya ke polisi. Untuk saat ini kami memang sengaja belum membuat laporan resmi," katanya.
Devin menambahkan, pihaknya sebenarnya telah mengantongi sejumlah petunjuk kuat jika nantinya kasus ini harus dimejahijaukan. Selain rekaman CCTV dengan kualitas gambar yang jernih, nomor rekening tujuan transfer juga telah dicatat oleh sistem.
Kendati demikian, ia belum bisa memastikan apakah nomor rekening yang dituju tersebut merupakan milik pelaku asli atau milik orang lain yang dimanfaatkan oleh pelaku.
"Khawatirnya itu bukan rekening milik dia (pelaku). Tapi yang jelas wajahnya terlihat sangat jelas di CCTV. Semoga pelaku bisa segera terlacak atau menyerahkan diri," pungkas Devin.
Hingga berita ini diturunkan, Polsek Asembagus maupun Polres Situbondo belum menerima laporan resmi terkait insiden tersebut. Pihak korban masih membuka pintu kompromi agar persoalan ini dapat diselesaikan secara damai.
Editor : Agung Sedana