Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Pop Culture Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

PDIP Situbondo Salurkan Seragam Sekolah Gratis untuk Siswa Kurang Mampu, Cegah Anak Putus Sekolah

Ahmad Rifa'ie • Minggu, 12 Juli 2026 | 20:20 WIB
WUJUD KEPEDULIAN: Ketua DPC PDI Perjuangan, Andi Handoko menyerahkan bantuan seragam kepada siswa kurang mampu di Situbondo, Minggu (12/7). (Ahmad Rifa
WUJUD KEPEDULIAN: Ketua DPC PDI Perjuangan, Andi Handoko menyerahkan bantuan seragam kepada siswa kurang mampu di Situbondo, Minggu (12/7). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Memasuki tahun ajaran baru, kebutuhan perlengkapan sekolah menjadi tantangan bagi sebagian keluarga kurang mampu. Menjawab kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Situbondo menyalurkan bantuan seragam sekolah siap pakai kepada siswa dari keluarga prasejahtera agar mereka tetap dapat mengikuti proses belajar tanpa terkendala biaya.

Program sosial yang disalurkan pada Minggu (12/7) tersebut menyasar siswa yang benar-benar membutuhkan di berbagai wilayah Kabupaten Situbondo. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya mencegah anak kehilangan kesempatan belajar hanya karena tidak memiliki seragam sekolah.

Ketua DPC PDIP Situbondo Andi Handoko melalui Sekretaris DPC PDIP Situbondo, Fathor Rahman, mengatakan bahwa bantuan seragam sekolah merupakan bentuk perhatian kepada para pelajar yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan perlengkapan pendidikan.

Menurut dia, persoalan seragam yang kerap dianggap sederhana justru menjadi beban bagi sebagian keluarga berpenghasilan rendah. Kondisi tersebut bahkan dapat mengurangi semangat anak untuk bersekolah.

"Dengan bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban orang tua siswa. Tidak ada lagi siswa yang enggan bersekolah hanya karena tidak memiliki atau tidak mampu membeli seragam," ujar Fathor.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan rasa kesetaraan di lingkungan sekolah. Seluruh siswa, kata dia, memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan tanpa dibedakan oleh kondisi ekonomi keluarga.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, DPC PDIP Situbondo melibatkan seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) di setiap kecamatan. Masing-masing PAC melakukan pendataan sekaligus survei terhadap calon penerima sebelum bantuan disalurkan.

"Seragam ini diberikan kepada siswa yang memang benar-benar membutuhkan. Kami menggerakkan PAC untuk mendata siswa di wilayah masing-masing agar bantuan tepat sasaran," katanya.

Fathor menegaskan, pihaknya tidak ingin ada anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap warga negara sekaligus investasi penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.

"Kami membantu karena pendidikan adalah hak semua orang. Jangan sampai hanya karena tidak mampu, seorang anak tidak mendapatkan pendidikan yang layak," tegasnya.

Melalui jaringan PAC yang tersebar di seluruh kecamatan di Situbondo, DPC PDIP berharap tidak ada wilayah yang terlewat dari program bantuan tersebut. Dengan demikian, masyarakat kurang mampu dapat merasakan manfaat secara merata.

Fathor menilai, menjaga masa depan anak dapat dimulai dari memastikan seluruh kebutuhan dasar pendidikan mereka terpenuhi, termasuk seragam sekolah.

"Artinya, masa depan mereka harus kita jaga dan rawat sejak dini. Pendidikan harus bisa mereka dapatkan," jelasnya.

Ia berharap bantuan seragam sekolah yang diberikan dapat meningkatkan motivasi belajar para siswa sekaligus meringankan beban ekonomi orang tua menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.

"Melalui bantuan seragam ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi anak-anak di Situbondo sehingga mereka semakin giat dalam mengenyam pendidikan," pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#pendidikan Situbondo #seragam sekolah #bantuan pendidikan #PDIP Situbondo #siswa kurang mampu