RADARSITUBONDO.ID – Transformasi pendidikan yang terus berkembang menuntut guru tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi, metode pembelajaran modern, serta kebutuhan peserta didik. Menjawab tantangan tersebut, SMP Negeri 1 Situbondo menggelar In House Training (IHT) sebagai langkah strategis memperkuat kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (10/7) itu diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan SMP Negeri 1 Situbondo. Program peningkatan kapasitas tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo, Sopan Efendi, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah.
Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Salah satunya Fathor Rakhman, mantan pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta BKPSDM Situbondo yang kini menjadi dosen STKIP PGRI Situbondo. Kehadiran para pemateri diharapkan mampu memberikan perspektif baru sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan di sekolah.
Kepala SMP Negeri 1 Situbondo, Evy Retno Wulandari, mengatakan bahwa tujuan utama IHT bukan sekadar menambah wawasan guru, tetapi memastikan seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan memahami tugas serta fungsi masing-masing secara profesional.
"Yang paling penting adalah bagaimana tenaga kependidikan maupun pendidik memahami tugas dan fungsinya secara profesional," ujarnya, Minggu (12/7).
Menurut Evy, peningkatan kompetensi guru merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan sekolah. Guru yang terus belajar diyakini mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan dunia pendidikan.
Selain itu, kegiatan IHT juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman seluruh tenaga pendidik dan staf tata usaha mengenai tugas pokok, fungsi, serta tanggung jawab dalam mendukung pelayanan pendidikan yang berkualitas.
Selama pelaksanaan IHT, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari penguatan implementasi kurikulum, strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar, penyusunan asesmen yang berkualitas, hingga budaya refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
Evy menilai pemilihan narasumber dilakukan secara cermat agar peserta memperoleh materi yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif berdasarkan pengalaman panjang di dunia pendidikan.
"Kami menghadirkan dua pemateri. Salah satunya Fathor Rakhman yang selain pernah bertugas di Dinas Pendidikan, juga merupakan purnatugas BKPSDM Situbondo. Beliau tidak hanya memahami tahapan pembelajaran, tetapi juga menguasai bagaimana memberikan pelayanan pendidikan yang baik kepada peserta didik," ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, SMP Negeri 1 Situbondo berharap mampu membangun budaya belajar sepanjang hayat di kalangan guru. Semangat kolaborasi antartenaga pendidik juga diharapkan terus tumbuh sehingga mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang berdampak langsung terhadap peningkatan prestasi peserta didik.
Evy menegaskan, profesionalisme guru harus berjalan beriringan dengan dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada siswa. Hal itu menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk mewujudkan slogan "Juara Satu Nasional."
"Harapannya, selain para tenaga pendidik dan staf tata usaha memahami tugasnya, mereka juga memiliki dedikasi penuh sehingga cita-cita bersama sesuai slogan sekolah, yakni 'Juara Satu Nasional', dapat terwujud. Baik dalam pelayanan maupun kompetensi murid, semuanya harus menjadi yang terbaik dan naik kelas," tegasnya.
Sementara itu, narasumber Fathor Rakhman menyampaikan bahwa pengalaman panjangnya di birokrasi dan dunia pendidikan menjadi bekal untuk berbagi wawasan kepada para guru, khususnya mengenai tugas pokok dan fungsi tenaga pendidik.
"Saya memberikan materi mengenai tugas dan fungsi guru dengan harapan dapat dijalankan sebaik-baiknya," katanya usai kegiatan.
Menurut Fathor, guru dituntut terus meningkatkan kompetensi, mengikuti perkembangan teknologi, dan memperbarui pengetahuan agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang nyaman sehingga peserta didik merasa aman, termotivasi, dan mampu berkembang secara optimal.
"Yang paling penting adalah bagaimana guru mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi para murid. Jika ada hal yang membuat siswa kurang nyaman, maka guru harus mampu menghadirkan kenyamanan dalam proses pembelajaran karena hal itu sangat penting," jelasnya.
Lebih jauh, Fathor mengingatkan bahwa tugas guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik melalui keteladanan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Karena itu, guru harus terus mengembangkan kualitas diri agar tidak tertinggal oleh perkembangan informasi dan dinamika pendidikan.
"Guru hendaknya terus meningkatkan kualitas diri, tidak tertinggal informasi, selalu mengikuti perkembangan, dan menyesuaikan diri dengan kondisi serta kebutuhan zaman," pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono