Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Pop Culture Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Bertahun-Tahun Tempuh 35 Kilometer Demi Bertahan Hidup, Pasien Besuki Menanti Layanan Cuci Darah di RSUD Setempat

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 13 Juli 2026 | 20:59 WIB
PASIEN HD: Salah satu pasien gagal ginjal melakukan cuci darah di RSUD Situbondo, belum lama ini. (HUMAIDI/JPRS)
PASIEN HD: Salah satu pasien gagal ginjal melakukan cuci darah di RSUD Situbondo, belum lama ini. (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Delapan kali dalam sebulan, Bahtiar harus menjalani hemodialisis atau cuci darah. Bukan hanya tubuhnya yang harus berkali-kali ditusuk jarum, pria asal Kecamatan Besuki itu juga harus menempuh perjalanan sekitar 35 kilometer menuju RSUD Abdoer Rahem Situbondo. Kini, bersama pasien gagal ginjal lainnya di wilayah barat Kabupaten Situbondo, ia hanya memiliki satu harapan: layanan cuci darah di RSUD Besuki segera dibuka.

Harapan itu muncul karena fasilitas hemodialisis di RSUD Besuki disebut telah siap. Yang masih ditunggu hanyalah proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar layanan dapat segera melayani pasien.

Bahtiar mengaku telah menjalani cuci darah selama kurang lebih lima tahun. Dalam sebulan, ia harus menjalani delapan kali terapi, yang berarti tubuhnya menerima sedikitnya 16 tusukan jarum setiap bulan.

"Satu bulan 16 kali ditusuk jarum. Kalau setahun, ya sudah ratusan kali. Jarum seperti teman wajib bagi pasien HD," ujarnya, Senin (13/7).

Namun, bagi Bahtiar, perjuangan tidak berhenti di ruang hemodialisis. Setiap jadwal terapi, ia harus berangkat sejak pagi dari Besuki menuju RSUD Situbondo dengan sepeda motor, angkutan umum, atau menumpang kendaraan teman apabila beruntung.

Perjalanan pulang-pergi yang memakan waktu seharian itu menguras tenaga, biaya transportasi, hingga mengganggu kondisi ekonomi keluarga.

"Berangkatnya pagi, pulang sore. Ongkos, tenaga, waktu. Semua dikorbankan demi bisa bertahan hidup. Kalau sudah rutin cuci darah, stabilitas ekonomi keluarga hancur karena butuh waktu seharian," tuturnya.

Fasilitas Sudah Siap, Tinggal Menunggu BPJS

Dalam beberapa pekan terakhir, Bahtiar mendengar kabar yang cukup melegakan. RSUD Besuki disebut telah menyiapkan fasilitas hemodialisis lengkap dan hanya tinggal menunggu kerja sama dengan BPJS Kesehatan sebelum layanan resmi dibuka.

Informasi itu membangkitkan harapan baru bagi pasien gagal ginjal di Kecamatan Besuki dan wilayah barat Situbondo yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh demi menjalani terapi.

Menurutnya, layanan hemodialisis di RSUD Asembagus sudah lebih dahulu beroperasi sejak awal 2025. Meski memahami jumlah pasien gagal ginjal di wilayah timur lebih banyak, warga Besuki berharap daerah mereka juga segera mendapatkan layanan serupa.

"Di Asembagus sudah jalan duluan sejak awal 2025. Sedangkan di RSUD Besuki masih belum. Infonya fasilitasnya sudah lengkap, tinggal kerja sama dengan BPJS," katanya.

Bahtiar menambahkan, sejak awal justru masyarakat Besuki yang paling banyak menyuarakan kebutuhan layanan cuci darah karena jarak menuju RSUD Situbondo menjadi yang terjauh dibandingkan wilayah lain.

"Yang dari awal teriak-teriak minta HD itu kami, orang Besuki. Kami wilayah barat, paling jauh ke Situbondo. Jadi kami sangat berharap agar layanan cuci darah di RSUD Besuki segera beroperasi," ungkapnya.

RSUD Besuki: Tinggal Proses Kerja Sama BPJS

Direktur RSUD Besuki, dr. Imam Hariyono, membenarkan bahwa seluruh sarana dan prasarana layanan hemodialisis telah tersedia.

Menurutnya, proses perizinan juga telah selesai. Saat ini, rumah sakit hanya menunggu penyelesaian kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar pelayanan dapat segera dibuka untuk masyarakat.

"Doa dukungannya saja, ini masih proses kerja sama dengan BPJS," kata dr. Imam Hariyono.

Jika layanan tersebut segera beroperasi, ratusan pasien gagal ginjal dari Kecamatan Besuki, Banyuglugur, Suboh, Mlandingan, hingga wilayah barat Situbondo diperkirakan tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke RSUD Abdoer Rahem Situbondo hanya untuk menjalani terapi yang menjadi penopang hidup mereka. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#hemodialisis #pasien ginjal #bpjs kesehatan #cuci darah #RSUD Besuki