Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Pop Culture Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Mahasiswa KKN UNEJ dan UNARS Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Biosolar, UMKM Desa Gunung Malang Didorong Go Digital

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 14 Juli 2026 | 21:03 WIB
APEL AKBAR: Sejumlah Mahasiswa KKN UNARS dan UNEJ usai mengikuti apel penyambutan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Selasa (14/7). (HUMAIDI/JPRS)
APEL AKBAR: Sejumlah Mahasiswa KKN UNARS dan UNEJ usai mengikuti apel penyambutan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Selasa (14/7). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Limbah minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang begitu saja kini diubah menjadi produk bernilai ekonomi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Jember (UNEJ) dan Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) Situbondo. Melalui program pengabdian di Desa Gunung Malang, Kecamatan Suboh, mereka mengedukasi masyarakat mengolah minyak bekas menjadi sabun dan biosolar, sekaligus mempercepat transformasi digital bagi pelaku UMKM desa.

Semangat pengabdian itu terlihat saat puluhan mahasiswa mengikuti pelepasan KKN di Alun-alun Situbondo, Selasa (14/7). Di tengah teriknya matahari, para peserta tetap antusias memulai pengabdian di berbagai desa, termasuk Gunung Malang yang menjadi salah satu lokasi dengan program inovatif berbasis pemberdayaan masyarakat.

Berbeda dengan KKN pada umumnya, mahasiswa di Desa Gunung Malang memilih fokus pada pemanfaatan limbah rumah tangga yang selama ini belum dikelola secara optimal.

Humas KKN Desa Gunung Malang, Anggi, mengatakan minyak jelantah dipilih karena menjadi limbah yang hampir setiap hari dihasilkan masyarakat, terutama ibu rumah tangga.

"Daripada bekas minyaknya tidak bermanfaat, mending dikelola lagi menjadi barang bermanfaat. Seperti sabun atau biosolar misalnya," ujarnya.

Menurut Anggi, sasaran utama program tersebut adalah para ibu rumah tangga. Selain paling sering menggunakan minyak goreng dalam aktivitas memasak, mereka juga memiliki peran penting dalam mengubah limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Program ini tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat apabila hasil olahan dapat diproduksi secara berkelanjutan.

UMKM Didorong Melek Digital

Selain mengolah minyak jelantah, mahasiswa KKN kolaboratif juga membawa misi memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui digitalisasi.

Mereka memberikan pendampingan agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran dan pengembangan usaha.

"Karena saat ini eranya memang sudah era teknologi, maka tidak salah jika para pelaku UMKM didukung untuk lebih melek digital. Ini juga sesuai dengan semangat Bupati Situbondo untuk mendukung peningkatan UMKM," kata Anggi.

Pendampingan tersebut diharapkan mampu membantu pelaku UMKM memperluas pasar, meningkatkan promosi produk, hingga memperkuat daya saing usaha di tengah perkembangan ekonomi digital.

Wujud Nyata Pengabdian Mahasiswa

Koordinator KKN Desa Gunung Malang, Izzul Muttaqin, S.Pd., menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi warga.

Menurutnya, pengabdian merupakan salah satu pilar utama perguruan tinggi yang harus diwujudkan melalui program-program yang memberikan manfaat langsung.

"Karena mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab di bangku kuliah, namun juga tanggung jawab pengabdian di masyarakat," ujarnya.

Melalui dua program unggulan tersebut, KKN Kolaboratif UNEJ dan UNARS di Desa Gunung Malang diharapkan mampu menciptakan perubahan nyata, mulai dari mengurangi limbah rumah tangga, menghasilkan produk bernilai ekonomi, hingga mempercepat transformasi digital bagi UMKM desa.

"Ruang pengabdian itulah yang ingin kami isi dengan giat-giat positif di Desa Gunung Malang, Kecamatan Suboh," pungkasnya. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
KKN UNEJ Minyak jelantah UMKM digital Desa Gunung Malang unars situbondo