Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Pop Culture Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Kakanwil Kemenag Jatim Dorong Transformasi Digital Madrasah di Situbondo, Data Akurat Jadi Fondasi Kebijakan

Ahmad Rifa'ie • Selasa, 14 Juli 2026 | 21:05 WIB
WORKSHOP: Kakanwi Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar (tiga dari kiri), didampingi Kepala Kemenag Situbondo, Muhammad Mudhofar (dua dari kiri), serta Kasi Penma, Muhammad Faris (kiri) dalam kegiatan di Aula Hotel Sansui, Kendit, Situbondo, Selasa (14/7). (Ahmad Rifa
WORKSHOP: Kakanwi Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar (tiga dari kiri), didampingi Kepala Kemenag Situbondo, Muhammad Mudhofar (dua dari kiri), serta Kasi Penma, Muhammad Faris (kiri) dalam kegiatan di Aula Hotel Sansui, Kendit, Situbondo, Selasa (14/7). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Transformasi digital di lingkungan madrasah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Tata kelola yang kuat harus diawali dengan data yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pesan itu menjadi penekanan utama saat Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, membuka Workshop Penguatan Pengelolaan Lembaga dan Sistem Informasi di Kabupaten Situbondo, Selasa (14/7).

Kegiatan yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo tersebut diikuti 624 peserta, terdiri atas kepala Raudlatul Athfal (RA), kepala madrasah, operator, serta bendahara dari seluruh wilayah Kabupaten Situbondo. Workshop digelar sebagai bagian dari penguatan kelembagaan sekaligus percepatan transformasi digital di lingkungan pendidikan madrasah.

Dalam arahannya, Akhmad Sruji Bahtiar menegaskan bahwa kualitas data menjadi penentu keberhasilan penyusunan program pendidikan. Menurutnya, data yang tidak dikelola secara benar akan menghasilkan kebijakan yang keliru.

"Data yang tidak dipahami atau tidak dikelola dengan benar akan melahirkan perencanaan yang keliru dan keputusan yang tidak tepat," ujarnya.

Ia menjelaskan, transformasi digital bukan sekadar memanfaatkan perangkat teknologi, tetapi juga membangun budaya kerja yang mengedepankan kejujuran, kecermatan, tanggung jawab, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Karena itu, penguatan kelembagaan madrasah harus dimulai dari peningkatan kualitas pengelolaan data agar seluruh proses perencanaan dan evaluasi berjalan secara tepat sasaran.

"Oleh karena itu, penguatan kelembagaan harus diawali dengan penguatan kualitas data," tegasnya.

Operator Diminta Tidak Mengarang Data

Dalam kesempatan tersebut, Bahtiar juga memberikan perhatian khusus kepada para operator madrasah. Ia meminta seluruh data diinput sesuai kondisi riil dan tidak dibuat berdasarkan perkiraan.

Apabila menghadapi kendala dalam pengisian data, operator diminta segera berkoordinasi dengan kepala madrasah maupun pengawas agar setiap informasi yang masuk ke sistem benar-benar valid.

Menurutnya, tanggung jawab atas kebenaran data tidak hanya berada di tangan operator, tetapi juga menjadi tanggung jawab kepala madrasah dan pengawas yang wajib melakukan verifikasi secara berkala.

"Praktik mengarang atau memprediksi data harus dihentikan. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan program dan pengambilan keputusan yang harus dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, data harus benar dan akurat," katanya.

Dana BOS Harus Berdampak pada Mutu Pendidikan

Selain membahas sistem informasi, Kakanwil Kemenag Jatim juga mengingatkan agar setiap bantuan operasional yang diterima madrasah benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Menurutnya, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak boleh dipandang sekadar anggaran yang harus dihabiskan, melainkan harus mampu menghasilkan perubahan nyata bagi peserta didik dan kemajuan lembaga pendidikan.

"Bantuan operasional itu harus mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta membawa kemajuan bagi madrasah dan peserta didik," ujarnya.

Kemenag Situbondo Perkuat Tata Kelola Berbasis Data

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo, Muhammad Mudhofar, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur yang memberikan penguatan langsung kepada pengelola RA dan madrasah di Situbondo.

Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap materi secara serius karena kualitas kelembagaan madrasah tidak dapat dipisahkan dari kualitas sistem informasi yang dimiliki.

"Pengelolaan kelembagaan saat ini tidak bisa dilepaskan dari kualitas data. Data yang valid dan akurat akan menghasilkan perencanaan yang tepat. Sebaliknya, data yang keliru akan melahirkan perencanaan dan keputusan yang tidak tepat sasaran," ujarnya.

Mudhofar menambahkan, penguatan kompetensi kepala madrasah, operator, dan bendahara menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital di lingkungan pendidikan Islam. Dengan tata kelola yang semakin baik, madrasah di Situbondo diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

"Mari kita bersama-sama memastikan setiap data yang kita input benar, valid, dan sesuai kondisi riil sebagai asas al-qarar (dasar pengambilan keputusan)," pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Madrasah digital Transformasi digital Data madrasah Workshop Kemenag kemenag situbondo