Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Pop Culture Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Gelombang Pasang Landa Pesisir Wonorejo, Dua Rumah Warga Rusak Akibat Abrasi

Ahmad Rifa'ie • Kamis, 16 Juli 2026 | 20:59 WIB
DITERJANG OMBAK: Sebuah rumah di bibir Pantai Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, diterjang ombak pasang pada Rabu (15/7). (Ahmad Rifa
DITERJANG OMBAK: Sebuah rumah di bibir Pantai Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, diterjang ombak pasang pada Rabu (15/7). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Ombak setinggi sekitar dua meter menghantam kawasan pesisir Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Rabu (15/7). Gelombang pasang yang disertai abrasi menerjang rumah warga yang berdiri di bibir pantai hingga menyebabkan dua bangunan mengalami kerusakan.

Peristiwa tersebut membuat bagian lantai, teras, dinding, hingga pondasi rumah warga terdampak. Total kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 12 juta.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, gelombang pasang mulai menggenangi sejumlah titik di kawasan Pantai Pandean sekitar pukul 10.30 WIB.

Kondisi semakin memburuk sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, tinggi gelombang diperkirakan mencapai dua meter. Ombak kemudian menghantam sejumlah rumah yang berada sangat dekat dengan garis pantai.

“Kondisi semakin memburuk sekitar pukul 12.00 WIB saat tinggi gelombang mencapai sekitar dua meter, sehingga mengakibatkan kerusakan pada dua rumah warga yang berada di bibir pantai,” kata Puriyono, petugas Pusdalops PB BPBD Situbondo, Kamis (16/7).

Rumah milik Juhari, 48, mengalami kerusakan cukup parah pada bagian lantai dan teras. Struktur tersebut jebol sepanjang kurang lebih tiga meter. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 7 juta.

Sementara rumah milik Saiful NB, 40, mengalami kerusakan pada pondasi dapur. Pondasi tersebut ambrol sepanjang sekitar dua meter dengan taksiran kerugian sekitar Rp 5 juta.

“Rumah milik Juhari mengalami kerusakan pada lantai dan teras, sedangkan rumah milik Saiful NB mengalami kerusakan pada pondasi dapur akibat terjangan gelombang pasang,” tambah Puriyono.

Meski kerusakan terjadi pada dua rumah warga, bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

“Hanya terjadi kerugian material akibat kerusakan rumah yang diterjang ombak. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini,” jelasnya.

Setelah menerima laporan warga, BPBD Situbondo bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta relawan langsung mendatangi lokasi.

Tim gabungan melakukan kaji cepat terhadap dampak bencana sekaligus mendata kebutuhan warga terdampak. Pengkajian lebih lanjut akan dilakukan melalui Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana).

“Tim gabungan melakukan asesmen kerusakan dan kebutuhan pascabencana. Selanjutnya akan dilakukan pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) sebagai dasar penyaluran bantuan logistik maupun bantuan lainnya kepada warga terdampak,” ujar Puriyono.

BPBD juga mengingatkan warga yang tinggal di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi gelombang pasang dan cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Masyarakat diminta segera melapor kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang pasang dan cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Gelombang pasang Situbondo Abrasi Wonorejo Rumah rusak ombak Pesisir Banyuputih bpbd situbondo