RADARSITUBONDO.ID – Kobaran api mengubah dua rumah warga Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus, Situbondo, menjadi puing dalam hitungan menit. Tak hanya bangunan, uang tunai Rp10 juta dan perhiasan emas seberat 95 gram ikut hangus dalam kebakaran yang terjadi Kamis (16/7) malam.
Dua rumah tersebut masing-masing milik Suwarjo, 70, dan Syarifuddin, 47. Total kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp290 juta.
Kasubbag Umum Damkar Situbondo Hidayat mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 19.30 WIB. Api diduga muncul dari bagian dapur rumah Suwarjo akibat korsleting listrik.
“Pemilik rumah bersama saksi tiba-tiba melihat kobaran api dari bagian dapur. Mereka langsung keluar menyelamatkan diri dan meminta pertolongan warga,” ujar Hidayat, Jumat (17/7).
Api dengan cepat membesar. Posisi rumah Suwarjo yang berdempetan dengan rumah Syarifuddin membuat kobaran api mudah merembet ke bangunan di sebelahnya.
Warga sempat bergotong royong berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran membuat upaya tersebut tidak cukup untuk menghentikan laju api.
Tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Situbondo kemudian diterjunkan ke lokasi. Petugas berjibaku menjinakkan api hingga akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB.
“Ketika api berhasil dipadamkan, kedua rumah sudah rata dengan tanah,” jelas Hidayat.
Selain kehilangan tempat tinggal, korban juga kehilangan sejumlah barang berharga. Perhiasan emas seberat 95 gram dengan nilai sekitar Rp190 juta serta uang tunai Rp10 juta ikut terbakar.
Hidayat merinci, kerugian yang dialami Suwarjo diperkirakan mencapai Rp220 juta. Sementara kerugian Syarifuddin ditaksir sekitar Rp70 juta.
“Total keseluruhan kerugian mencapai Rp290 juta,” katanya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar.
Hidayat mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah. Warga juga diminta tidak meninggalkan kompor maupun peralatan yang berpotensi memicu kebakaran dalam kondisi menyala.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan instalasi listrik dan tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala. Hindari hal-hal yang dapat memicu kebakaran agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo