Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Pop Culture Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

104 Siswa Baru SMAN 1 Panarukan Deklarasi Anti-Rokok, Belajar Hadapi Bencana

Ahmad Rifa'ie • Jumat, 17 Juli 2026 | 20:03 WIB
FOTO BERSAMA: Kepala SMAN 1 Panarukan, Nunung Pujiastutik, M.Pd., (tengah) menyerahkan seragam sekolah gratis kepada murid baru saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMAN 1 Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jumat (17/7). (Ahmad Rifa
FOTO BERSAMA: Kepala SMAN 1 Panarukan, Nunung Pujiastutik, M.Pd., (tengah) menyerahkan seragam sekolah gratis kepada murid baru saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMAN 1 Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jumat (17/7). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

 

RADARSITUBONDO.ID – Hari-hari pertama 104 siswa baru di SMAN 1 Panarukan tidak diisi dengan perpeloncoan. Sebaliknya, mereka diajak membangun karakter, belajar mencegah perundungan, memahami bahaya rokok dan narkoba, hingga berlatih menghadapi bencana melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, Senin (13/7) hingga Jumat (17/7), tersebut dirancang sebagai pintu masuk bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun budaya belajar yang aman, sehat, inklusif, dan bebas kekerasan.

Pembukaan MPLS dilakukan secara daring dan diikuti bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. Dalam sambutannya, dia menekankan pentingnya membangun ekosistem sekolah yang aman dan inklusif untuk mewujudkan generasi Indonesia yang berkarakter.

Kepala SMAN 1 Panarukan Nunung Pujiastutik, M.Pd. mengatakan, konsep MPLS Ramah sengaja dirancang secara humanis, edukatif, dan menyenangkan.

“Kegiatan ini dirancang untuk membentuk peserta didik yang berkarakter, ramah, dan berintegritas. Kami memastikan MPLS berlangsung tanpa perundungan maupun perpeloncoan,” ujar Nunung kepada koran ini, Jumat (17/7).

Sejak hari pertama, siswa baru disambut kepala sekolah, guru, dan panitia melalui budaya 5S, yakni senyum, sapa, salam, sopan, dan santun. Penyambutan tersebut menjadi langkah awal untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman.

FOTO BERSAMA: Kepala SMAN 1 Panarukan, Nunung Pujiastutik, M.Pd., (tengah) menyerahkan seragam sekolah gratis kepada murid baru saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMAN 1 Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jumat (17/7). (Ahmad Rifa
FOTO BERSAMA: Kepala SMAN 1 Panarukan, Nunung Pujiastutik, M.Pd., (tengah) menyerahkan seragam sekolah gratis kepada murid baru saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMAN 1 Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jumat (17/7). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

Para siswa kemudian mendapatkan materi Wawasan Wiyata Mandala, etika dan keamanan digital, G7KAIH, hingga tur lingkungan sekolah untuk mengenal fasilitas pembelajaran.

Tak berhenti di pengenalan sekolah, seluruh peserta juga mengikuti Deklarasi Anti-Rokok Konvensional dan Rokok Elektrik di Lingkungan Sekolah.

Deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan bebas asap rokok.

“Seluruh murid baru mengikuti Deklarasi Anti-Rokok Konvensional dan Rokok Elektrik sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas asap rokok,” jelasnya.

Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan senam sehat bersama dan pemeriksaan denyut jantung untuk memantau kondisi fisik peserta. Siswa kemudian mendapatkan pengenalan kurikulum sekolah serta materi “Sahabat Hebat: Dengar, Peduli, dan Hargai”.

Materi tersebut diarahkan untuk menumbuhkan empati dan kepedulian antarsiswa sekaligus mencegah perundungan.

“Melalui sesi ini, siswa dilatih mengembangkan empati dan keterampilan interpersonal untuk mencegah tindakan bullying di antara teman sebaya,” terangnya.

SMAN 1 Panarukan juga menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo. Para siswa mendapatkan edukasi mengenai kesiapsiagaan, mitigasi, dan penanggulangan bencana.

Tak hanya teori, BPBD juga memberikan simulasi kesiapsiagaan, termasuk langkah pertolongan ketika terjadi bencana.

“BPBD hadir memberikan materi dan simulasi kesiapsiagaan bencana, termasuk cara memberikan pertolongan saat terjadi bencana,” kata Nunung.

Persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja juga menjadi perhatian. Siswa mendapatkan materi bahaya judi online, konsekuensi pelanggaran tata tertib sekolah, serta pengenalan OSIS dan MPK.

Menurut Nunung, edukasi tersebut penting untuk membentengi siswa dari jeratan judi digital sekaligus memberikan pemahaman mengenai konsekuensi setiap pelanggaran.

“Kami mengantisipasi maraknya jeratan judi digital di kalangan remaja sekaligus memberikan pemahaman mengenai dampak pelanggaran tata tertib sekolah, mulai dari sanksi, skorsing, hingga sanksi sosial,” tegasnya.

Pada hari keempat, fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan karakter dan penguatan wawasan akademik melalui materi Delapan Dimensi Profil Lulusan serta pendalaman kurikulum sekolah.

Di hari yang sama, sekolah menggandeng jajaran Reskoba Polres Situbondo dan BNN Kabupaten Situbondo untuk memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA).

Siswa diberikan pemahaman mengenai dampak penyalahgunaan narkoba dari sisi hukum, kesehatan, dan sosial.

“Sebagai benteng pertahanan moral generasi muda, sekolah bekerja sama dengan BNN Kabupaten Situbondo untuk menyampaikan materi mengenai bahaya NAPZA,” ujarnya.

Rangkaian MPLS Ramah ditutup pada Jumat (17/7) dengan kegiatan bernuansa religius. Siswa muslim melaksanakan salat Dhuha berjamaah dan pembacaan Surat Yasin di masjid sekolah.

Kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi dan materi budaya sekolah yang menjadi kekhasan SMAN 1 Panarukan.

Sebagai puncak kegiatan, setiap gugus menampilkan kreativitas masing-masing melalui yel-yel, drama pendek, hingga pertunjukan seni. Penampilan tersebut mendapat sambutan antusias dari guru dan panitia.

MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 kemudian ditutup melalui apel penutupan. Sebanyak 104 siswa baru resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 1 Panarukan.

Mereka tidak hanya dibekali pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga penguatan karakter, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta komitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, bebas rokok, narkoba, dan berbagai perilaku negatif lainnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
MPLS SMAN 1 Deklarasi anti rokok bahaya narkoba siswa baru mitigasi bencana