DPD APPSI Situbondo Resmi Dilantik, Siap Benahi Pasar Tradisional dan Perkuat UMKM

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 21:09 WIB
INDONESIA RAYA: Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Situbondo, menyanyikan lagu Indonesia Raya di Hotel Sidomuncul 1, Kecamatan Bungatan Sabtu lalu (18 /7). (HUMAIDI/JPRS)
INDONESIA RAYA: Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Situbondo, menyanyikan lagu Indonesia Raya di Hotel Sidomuncul 1, Kecamatan Bungatan Sabtu lalu (18 /7). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Situbondo resmi dikukuhkan sebagai motor baru penguatan pasar tradisional. Di bawah kepengurusan yang baru, organisasi tersebut menargetkan pembenahan tata kelola pasar, peningkatan daya saing pedagang, hingga mendorong digitalisasi agar pasar rakyat mampu bersaing dengan pasar modern.

Prosesi pelantikan digelar di Aula Hotel Sidomuncul, kawasan Wisata Bahari Pasir Putih, Sabtu (19/7). Pengukuhan dilakukan oleh Sekretaris DPW APPSI Jawa Timur, Hadi Sucipto, dan dihadiri unsur Forkopimda serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Kasat Binmas Polres Situbondo, Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Situbondo, serta perwakilan Kodim 0823 Situbondo.

Sekretaris DPD APPSI Kabupaten Situbondo, Mohammad Sulaiman, mengatakan kepengurusan yang dipimpin Suwono telah terbentuk secara lengkap dan siap menjalankan peran sebagai mitra pemerintah dalam mengembangkan pasar tradisional.

"Ketua dan pengurus DPD APPSI dilantik di Aula Hotel Sidomuncul, Wisata Bahari Pasir Putih. Disaksikan Kasat Binmas Polres Situbondo, Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Situbondo, juga perwakilan Dandim 0823 Situbondo," ujarnya, Minggu (20/7).

Menurut Sulaiman, APPSI akan menjadi wadah yang menjembatani komunikasi antara pedagang dengan pemerintah daerah sekaligus mengakomodasi kepentingan seluruh pasar tradisional di Kabupaten Situbondo.

"Kalau tidak diurus nanti urat nadi ekonomi rakyat tentu tidak akan hidup. Jadi tugas kita menguatkan dan memfasilitasi. Kalau perlu membentuk pasar baru untuk mendukung cita-cita Bupati Situbondo mengawal UMKM," tegasnya.

Benahi Persoalan Klasik Pasar

Sulaiman menilai masih banyak persoalan mendasar yang harus segera dibenahi di pasar tradisional. Mulai dari persoalan kebersihan, bau, hingga penataan lapak pedagang yang dinilai kurang tertib sehingga membuat sebagian konsumen beralih ke pasar modern.

"Persoalan pasar masih berkutat di masalah klasik, seperti kotor, bau, dan pengaturan yang kurang bagus. Kalau persoalan itu tak diperbaiki maka pasar bakal tertinggal oleh konsumen," katanya.

FOTO BERSAMA: Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Situbondo resmi dikukuhkan, Sabtu lalu (19/7). (Humaidi/JPRS)
FOTO BERSAMA: Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Situbondo resmi dikukuhkan, Sabtu lalu (19/7). (Humaidi/JPRS)

 

Selain pembenahan fisik, APPSI juga menyiapkan langkah strategis menghadapi perubahan perilaku konsumen. Salah satunya melalui penerapan digitalisasi di lingkungan pasar tradisional agar pedagang mampu mengikuti perkembangan perdagangan modern.

"Kita harus update, menyiapkan diri menghadapi pasar global. Nanti kita bakal menciptakan digitalisasi di berbagai pasar tradisional. Itu merupakan langkah yang akan kita kerjakan," ujarnya.

Diminta Jalankan Organisasi Sesuai AD/ART

Sementara itu, Sekretaris DPW APPSI Jawa Timur, Hadi Sucipto, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru mampu membawa APPSI Situbondo menjadi organisasi yang solid dan benar-benar memperjuangkan aspirasi pedagang pasar.

"Saya percaya dan yakin APPSI Situbondo di bawah kepemimpinan Pak Suwono bersama pengurus lainnya akan maju dan berkembang pesat serta bisa membawa aspirasi pedagang pasar tradisional," katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus agar menjalankan organisasi sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), serta menjadikan APPSI sebagai wadah pelayanan bagi para pedagang, bukan untuk kepentingan pribadi.

"Jangan sampai menyalahgunakan organisasi, jalankan organisasi sesuai dengan AD/ART yang ada," pesannya.

Keberadaan DPD APPSI Situbondo diharapkan menjadi titik awal pembenahan pasar tradisional di Kabupaten Situbondo. Selain memperkuat posisi pedagang dalam menghadapi persaingan usaha, organisasi ini juga diharapkan mampu mendorong terciptanya pasar yang lebih bersih, tertata, modern, dan tetap menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
APPSI Situbondo digitalisasi pasar UMKM Situbondo pasar tradisional pedagang pasar