RADARSITUBONDO.ID – Seekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), primata endemik yang berstatus satwa dilindungi, menggegerkan warga Dusun Asta, Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Situbondo, setelah ditemukan berada di dapur sebuah rumah pada Minggu (19/7). Kemunculan satwa liar itu diduga dipicu rusaknya habitat akibat maraknya kebakaran hutan selama musim kemarau.
Peristiwa tersebut dialami Irul, 35, pemilik rumah yang mengaku tidak menyangka dapurnya menjadi tempat berlindung seekor lutung Jawa. Sebelum masuk ke dalam rumah, satwa itu diduga sudah berada di sekitar permukiman dan terlihat bertengger di atas genting selama dua hingga tiga hari.
Khawatir lutung diburu atau justru membahayakan warga karena berada di lingkungan permukiman, Irul segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Situbondo untuk dilakukan evakuasi.
Kasubbag Umum Damkar Situbondo, Hidayat, mengatakan informasi dari pemilik rumah menyebutkan suara-suara mencurigakan sempat terdengar dari bagian atap rumah selama beberapa hari dan awalnya dikira berasal dari tikus.
"Menurut informasi dari pemilik rumah, lutung itu diperkirakan sudah berada di sekitar rumah selama tiga hari. Awalnya terdengar suara-suara yang dikira tikus. Setelah dicek, ternyata seekor lutung Jawa berwarna hitam dengan ukuran sekitar anak kecil," ujarnya, Senin (20/7).
Diduga Terpisah dari Kelompok Akibat Kebakaran Hutan
Hidayat menjelaskan, kemunculan lutung di kawasan permukiman diduga berkaitan dengan meningkatnya kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah wilayah Situbondo selama musim kemarau.
Menurutnya, kebakaran hutan berpotensi merusak habitat alami satwa liar sehingga memaksa mereka keluar dari kawasan hutan untuk mencari tempat yang lebih aman sekaligus mencari sumber makanan.
"Saat ini sedang musim kemarau. Kemungkinan lutung itu turun ke permukiman karena terjebak kebakaran hutan sehingga terpisah dari kelompoknya," jelasnya.
Ia memastikan lutung tersebut bukan satwa peliharaan masyarakat. Selama proses evakuasi tidak ada seorang pun yang mengaku sebagai pemilik, sementara perilaku satwa yang masih agresif menunjukkan bahwa primata tersebut berasal dari habitat alaminya.
"Saya rasa itu bukan hewan peliharaan karena masih sangat agresif. Lutung itu berhasil diamankan setelah terjebak di dapur dan dipancing menggunakan makanan," katanya.
Evakuasi Berlangsung 30 Menit
Proses penyelamatan berlangsung sekitar 30 menit. Petugas Damkar harus bekerja ekstra karena lutung beberapa kali berusaha melompat dan melarikan diri saat hendak ditangkap.
Meski cukup menyulitkan, petugas akhirnya berhasil mengamankan satwa tersebut dalam kondisi sehat tanpa mengalami luka.
"Proses evakuasinya sekitar 30 menit. Lutungnya cukup gesit sehingga petugas harus berhati-hati saat menangkapnya," ungkap Hidayat.
Usai dievakuasi, lutung Jawa itu langsung dilepasliarkan ke kawasan hutan yang masih memiliki tutupan vegetasi baik di wilayah perbukitan Situbondo agar dapat kembali bergabung dengan habitat alaminya.
"Hewan primata itu kami lepasliarkan kembali ke habitatnya demi menjaga kelestariannya," ucapnya.
Warga Diimbau Tidak Membakar Hutan
Damkar Situbondo mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan maupun semak belukar. Selain memicu bencana kebakaran, tindakan tersebut juga berdampak langsung terhadap kelestarian satwa liar yang dilindungi.
Rusaknya habitat memaksa satwa keluar dari kawasan hutan dan berpotensi meningkatkan konflik antara manusia dengan satwa liar di permukiman.
"Semoga satwa-satwa yang dilindungi tetap terjaga. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar hutan atau lahan sembarangan karena dampaknya sangat besar bagi ekosistem," pungkas Hidayat. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo