Viral Mobil Terparkir Tiga Hari di Desa Tenggir, Dikira Barang Bukti Kecelakaan, Ternyata Mogok Ditinggal ke Pengajian

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 20:32 WIB
BIKIN GEGER: Kepala Dusun Tenggir, Edi Mulyono melihat mobil bernopol W 1565 CS di pinggir Jalan Desa Tenggir, Kecamatan Panji, Selasa (21/7). (HUMAIDI/JPRS)
BIKIN GEGER: Kepala Dusun Tenggir, Edi Mulyono melihat mobil bernopol W 1565 CS di pinggir Jalan Desa Tenggir, Kecamatan Panji, Selasa (21/7). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Sebuah mobil berpelat nomor W 1565 CS yang terparkir selama tiga hari di tepi jalan Desa Tenggir, Kecamatan Panji, Situbondo, sempat membuat warga geger. Kendaraan berwarna hitam itu dikira ditinggalkan pemiliknya setelah mengalami kecelakaan lalu lintas karena ditemukan dalam kondisi baret dan kaca spion kanan rusak. Namun, penyelidikan polisi mengungkap fakta berbeda: mobil tersebut sengaja ditinggalkan karena mogok saat pemiliknya hendak menghadiri pengajian Ittisholana di Alun-alun Situbondo.

Peristiwa itu menjadi perhatian publik setelah video mobil yang terparkir tanpa penghuni beredar luas di berbagai grup WhatsApp. Dalam narasi video disebutkan kendaraan tersebut telah berada di lokasi selama tiga hari tanpa diketahui siapa pemiliknya.

Kondisi fisik mobil yang tampak mengalami kerusakan membuat banyak warga menduga kendaraan tersebut merupakan barang bukti kecelakaan atau sengaja ditinggalkan pemiliknya.

Kapolsek Panji, AKP Nurmansyah, mengatakan laporan pertama diterima dari salah seorang kepala dusun di Desa Tenggir yang merasa khawatir karena kendaraan tersebut tak kunjung dipindahkan.

"Yang menemukan pertama kali salah satu kepala dusun di Desa Tenggir. Mendapat laporan itu, kami langsung turun tangan. Tujuannya untuk mengevakuasi mobil tanpa identitas tersebut," ujarnya, Selasa (21/7).

Saat petugas melakukan pengecekan, polisi berhasil mengidentifikasi pemilik kendaraan, yakni Ali Alwi Fahmi, 31, warga Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

Menurut Nurmansyah, pemilik mobil telah datang mengambil kendaraannya pada Selasa siang sekitar pukul 14.00 WIB sekaligus menyampaikan permohonan maaf karena tindakannya sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Pemilik mobil sudah menjemput mobilnya sekitar pukul 14.00 hari ini (kemarin)," katanya.

Dari hasil klarifikasi, Ali menjelaskan bahwa mobilnya mengalami kerusakan mesin atau mogok ketika melintas di Jalan Desa Tenggir dalam perjalanan menuju kegiatan haul masyaikh dan pengajian Ittisholana di Alun-alun Situbondo.

Karena khawatir terlambat mengikuti acara keagamaan tersebut, ia memutuskan meninggalkan mobil di tepi jalan dan melanjutkan perjalanan menggunakan cara lain.

Usai menghadiri pengajian, Ali ternyata tidak langsung kembali mengambil mobilnya. Ia memilih melanjutkan aktivitas berdagang minyak wangi sehingga kendaraan tersebut tetap berada di lokasi selama tiga hari.

"Ceritanya mobil ditinggal gara-gara mogok dan ingin cepat-cepat menghadiri pengajian Ittisholana. Habis acara mobil tidak dijemput, tapi jualan minyak wangi dulu. Jadi tiga hari diparkir di pinggir jalan," jelas Nurmansyah.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar segera melaporkan atau memberi tanda apabila terpaksa meninggalkan kendaraan di ruang publik dalam waktu lama. Selain menghindari kesalahpahaman, langkah tersebut juga dapat mencegah keresahan warga maupun potensi tindakan yang tidak diinginkan terhadap kendaraan yang ditinggalkan. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
mobil viral Desa Tenggir Polsek Panji Ittisholana mobil mogok