Nelayan Banyuputih Hilang Kontak di Perairan Takat Mas, BPBD Koordinasi dengan Basarnas Lakukan Pencarian

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 21:22 WIB
NELAYAN HILANG: Anggota BPBD Situbondo melakukan pencarian nelayan hilang di pinggir laut, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kamis (23/7). (HUMAIDI/JPRS)
NELAYAN HILANG: Anggota BPBD Situbondo melakukan pencarian nelayan hilang di pinggir laut, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kamis (23/7). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Seorang nelayan asal Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, dilaporkan hilang kontak setelah melaut seorang diri di Perairan Takat Mas sejak Rabu (22/7). Hingga Kamis (23/7), korban bernama Kusnadi, 49, belum kembali ke rumah, sehingga BPBD Situbondo, Satpolairud Polres Situbondo, dan Basarnas dikoordinasikan untuk melakukan operasi pencarian.

Pencarian difokuskan di sekitar lokasi terakhir korban terlihat melaut. Sementara itu, para nelayan yang melintas di wilayah perairan utara Situbondo juga diminta ikut membantu memantau keberadaan korban maupun perahu yang digunakannya.

Koordinator BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, mengatakan laporan diterima setelah istri korban, Dayyaroh, 30, meminta bantuan kepada rekan-rekan nelayan seusai Salat Subuh karena suaminya tak kunjung pulang.

Setelah menerima informasi tersebut, para nelayan langsung melakukan pencarian secara mandiri di sekitar Perairan Takat Mas. Namun hingga kini, korban maupun perahu yang digunakan belum berhasil ditemukan.

"Rekan-rekan nelayan telah melakukan pencarian secara mandiri di sekitar Perairan Takat Mas, namun korban maupun perahu yang digunakan belum ditemukan. Kami juga sudah bergerak melakukan pencarian," ujar Puriyono.

Berdasarkan keterangan keluarga, Kusnadi berangkat melaut seorang diri sekitar pukul 05.00 WIB pada Rabu (22/7). Ia menggunakan perahu fiber bernama Raden Anum untuk mencari ikan di perairan Takat Mas.

Biasanya, Kusnadi sudah kembali ke daratan sekitar pukul 13.00 WIB. Namun hingga malam hari, korban tidak pulang dan tidak dapat dihubungi, sehingga keluarga mulai khawatir dan melaporkan kejadian tersebut.

"Berdasarkan keterangan keluarga, Kusnadi biasanya pulang sekitar pukul 13.00. Namun hingga malam hari korban tidak kunjung kembali dan tidak bisa dihubungi," jelas Puriyono.

Meski demikian, informasi dari sejumlah nelayan menyebutkan korban sempat terlihat berada di wilayah barat daya Takat Mas sebelum akhirnya hilang kontak. Informasi itu menjadi acuan tim gabungan dalam menentukan area pencarian.

BPBD Situbondo kini terus berkoordinasi dengan Basarnas dan unsur terkait untuk memperluas pencarian, sembari memantau perkembangan cuaca dan kondisi gelombang di lokasi operasi.

Puriyono juga mengimbau seluruh nelayan yang sedang beraktivitas di perairan Situbondo agar turut meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban maupun perahu Raden Anum.

"Kami mengimbau para nelayan yang melintas di laut Situbondo agar ikut memantau keberadaan Kusnadi yang berlayar sendirian. Jika menemukan informasi sekecil apa pun, segera sampaikan kepada petugas agar proses pencarian bisa lebih cepat," pungkasnya. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Takat Mas banyuputih basarnas bpbd situbondo nelayan hilang