RADARSITUBONDO.ID – Harapan keluarga akhirnya terjawab. Kusnadi (49), nelayan asal Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, yang dilaporkan hilang setelah tak kunjung pulang melaut sejak Rabu (22/7), ditemukan dalam kondisi selamat pada Jumat (24/7). Kisah perjuangannya bertahan hidup selama dua hari dua malam di tengah laut dengan hanya berpegangan pada tutup wadah ikan berbahan fiber menjadi cerita dramatis di balik proses pencarian tersebut.
Kusnadi ditemukan terdampar di pesisir Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, setelah perahu yang digunakannya tenggelam diterjang ombak besar.
Koordinator Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Puriyono, mengatakan tim gabungan dari BPBD bersama Satpolairud Polres Situbondo sebenarnya telah bersiap melakukan pencarian ke tengah laut pada Jumat pagi.
Namun, sekitar pukul 07.30 WIB, mereka menerima kabar bahwa Kusnadi telah ditemukan warga dalam keadaan selamat di Pulau Giliyang.
"Perkembangan nelayan belum pulang (lost contact) bernama Kusnadi telah ditemukan terdampar di pesisir Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Kusnadi ditemukan dalam keadaan selamat," ujar Puriyono.
Menurutnya, Kusnadi mampu bertahan hidup setelah mengapung di lautan selama dua hari dua malam. Saat perahunya tenggelam akibat diterjang ombak, ia memanfaatkan tutup wadah ikan berbahan fiber sebagai alat bantu mengapung.
Dalam kondisi kelelahan, Kusnadi terus berusaha melawan arus dan ombak hingga akhirnya berhasil mencapai bibir pantai Pulau Giliyang.
"Kusnadi berupaya semaksimal mungkin menuju pinggir pantai. Begitu tiba di bibir pantai, dia langsung berjalan menuju rumah Risno, warga Dusun Baru, Desa Banraas, Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep," jelas Puriyono.
Setelah mendapatkan pertolongan dari warga setempat, Kusnadi beristirahat sambil menunggu proses pemulangannya ke Situbondo.
Puriyono menjelaskan, kepulangan Kusnadi masih menunggu kondisi cuaca dan gelombang laut membaik. Hal itu karena akses dari Pulau Giliyang menuju Pelabuhan Kalianget hanya dapat ditempuh menggunakan perahu.
"Nanti setelah sampai di Pelabuhan Kalianget, Kusnadi akan dijemput keluarganya yang berada di Madura untuk selanjutnya dibawa pulang melalui jalur darat," pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi para nelayan saat melaut, terutama ketika cuaca dan gelombang laut berubah secara tiba-tiba. Berkat kegigihan bertahan hidup dan bantuan warga Pulau Giliyang, Kusnadi akhirnya dapat selamat setelah dua hari terombang-ambing di lautan. (hum/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo