RADARSITUBONDO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Situbondo kembali menghadapi kendala. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 514 Yayasan Asri Bakti Mandiri di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, kembali menghentikan operasionalnya sejak Rabu (22/7). Padahal, dapur MBG tersebut baru kembali beroperasi setelah aktivitas belajar mengajar dimulai pada Senin (13/7) usai libur sekolah.
Penghentian operasional itu membuat distribusi makanan bergizi gratis ke sejumlah sekolah kembali terhenti. Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan wali murid karena sekolah-sekolah yang berada di bawah layanan SPPG 514 tidak lagi menerima paket MBG, sementara distribusi dari SPPG lain tetap berjalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas di dapur SPPG 514 tampak berhenti total. Tidak terlihat lagi kesibukan para petugas yang biasanya menyiapkan dan mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Seorang wali murid mengaku mulai mempertanyakan penghentian layanan tersebut setelah anaknya tidak lagi menerima MBG sejak pertengahan pekan ini.
"Iya, kenapa tidak mengirim MBG lagi, padahal SPPG lain tetap mengirim," ujarnya, Jumat (24/7).
Menurutnya, beberapa hari setelah sekolah kembali aktif, distribusi MBG sempat berjalan normal. Namun, sejak Rabu, layanan mendadak berhenti tanpa ada penjelasan kepada masyarakat.
"Saya hanya mendapat informasi kalau sejak kemarin sudah tidak mengirim lagi. Persoalannya apa, saya kurang tahu," katanya.
Ia berharap pengelola memberikan penjelasan secara terbuka apabila memang terdapat kendala. Sebab, program MBG merupakan program pemerintah yang menyangkut kebutuhan gizi ribuan pelajar sehingga informasi terkait operasional dinilai perlu disampaikan secara transparan.
"Kalau memang ada kendala, sebaiknya disampaikan kepada publik. Kalau ada perbaikan, silakan diperbaiki dulu sebelum beroperasi kembali. Jangan sampai masyarakat dibuat bertanya-tanya. Kemungkinan alasannya karena dana belum cair atau ada perbaikan dapur," tegasnya.
Pengelola: Dana Banper Belum Cair
Terpisah, Kepala SPPG 514 Yayasan Asri Bakti Mandiri, Alib Yugo Nugroho, membenarkan bahwa dapur MBG yang dipimpinnya kembali menghentikan distribusi makanan bergizi sejak Rabu (22/7).
Menurutnya, operasional tidak dapat dilanjutkan karena dana bantuan pemerintah (Banper) dari pusat belum dicairkan.
"SPPG kami belum beroperasi karena dana Banper dari pusat belum cair," ujarnya.
Alib mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan pencairan dana tersebut. Ia menjelaskan bahwa kepala SPPG hanya bertanggung jawab terhadap pelaksanaan operasional, sedangkan proses pencairan anggaran berada di luar kewenangannya.
"Kami kurang paham penyebabnya karena kami hanya pelaksana. Setiap SPPG memiliki saldo dan jadwal pencairan yang berbeda-beda," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada 13 Juli 2026, seluruh SPPG di Indonesia kembali menjalankan operasional secara serentak setelah libur sekolah. Namun, SPPG 514 hanya mampu beroperasi selama beberapa hari sebelum akhirnya kembali menghentikan layanan akibat persoalan pendanaan.
"Tanggal 13 Juli kemarin seluruh SPPG di Indonesia kembali beroperasi secara serentak," pungkasnya.
Penghentian operasional SPPG 514 menjadi perhatian karena bukan kali pertama dapur MBG tersebut berhenti beroperasi. Sebelumnya, layanan juga sempat terhenti akibat berbagai kendala, mulai dari persoalan pendanaan hingga aspek teknis. Kondisi ini diharapkan segera mendapat solusi agar distribusi Makan Bergizi Gratis kepada siswa penerima manfaat dapat kembali berjalan normal tanpa mengganggu keberlangsungan program pemerintah. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo