RADARSITUBONDO.ID - Aparat gabungan TNI dan Polri memperketat pengamanan di kawasan Jalan Tambak hingga Jalan Matraman Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7).
Sebanyak 200 personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan setelah insiden berdarah yang terjadi sehari sebelumnya mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu korban lainnya mengalami luka-luka.
Pengamanan dilakukan di sejumlah titik yang sebelumnya menjadi lokasi bentrokan.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya menjaga situasi keamanan tetap kondusif sekaligus mengantisipasi adanya aksi balasan yang diduga berpotensi muncul dari kelompok rekan korban yang tewas.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 27 Juli, Leo Panen Keberuntungan, Scorpio Harus Waspada Pengkhianatan!
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan personel gabungan masih ditempatkan di kawasan Menteng hingga situasi benar-benar dinilai aman.
Menurutnya, pengamanan melibatkan unsur TNI, personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta Polsek Menteng.
"Untuk jumlah pengamanan di obyek sekitar Menteng, sesuai keterangan semalam sekitar 200 personel gabungan dari TNI, personel Polda Metro, Polres Jakpus, dan Polsek Menteng," ujar Erlyn, dikutip dari JawaPos.com.
Ia menegaskan hingga saat ini belum ada rencana untuk menarik personel yang bertugas di lapangan. Aparat masih akan terus berjaga guna mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan.
"Sementara ini personel masih akan terus disiagakan," tutur Erlyn.
Pantauan di lokasi menunjukkan pengamanan berlangsung cukup ketat. Sedikitnya delapan kendaraan operasional kepolisian, terdiri atas bus, truk pengangkut personel, hingga kendaraan taktis, terparkir di sepanjang bahu jalan.
Sejumlah anggota Korps Brimob terlihat bersiaga dengan mengenakan perlengkapan pelindung, rompi taktis, dan membawa senjata api.
Selain personel kepolisian, dua unit ambulans dan satu unit mobil water cannon milik TNI Angkatan Darat juga disiagakan di sekitar Masjid Jami' Matraman.
Di lokasi tersebut turut ditempatkan sekitar 25 personel Brimob yang menggunakan kendaraan roda dua untuk mempercepat mobilisasi apabila dibutuhkan.
Baca Juga: Persib Bandung Beri Kesempatan Talenta Akademi, Rafi Rasyiq Promosi ke Tim Senior
Meski pengamanan dilakukan secara intensif, aktivitas masyarakat di sekitar Jalan Tambak hingga Jalan Matraman Raya pada Senin pagi tetap berjalan normal. Arus kendaraan juga terpantau lancar tanpa adanya penutupan jalan maupun pengalihan lalu lintas.
Pengamanan tersebut merupakan tindak lanjut atas bentrokan yang pecah pada Minggu (26/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Peristiwa itu melibatkan sekelompok pemuda yang menghuni lahan kosong di kawasan Jalan Tambak I dengan warga dari wilayah Matraman.
Bentrok yang berlangsung hingga Senin dini hari tersebut mengakibatkan seorang pria berinisial K, 23, meninggal dunia. Sementara seorang korban lainnya berinisial DS mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis secara intensif.
Dalam proses penyelidikan, kepolisian telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat langsung dalam aksi penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
"Kami secara penegakan hukum telah mengamankan tiga orang warga yang terlibat di dalam melakukan penganiayaan tersebut yaitu saudara S, T, dan U yang saat ini sudah diamankan di Polsek Menteng," kata Reynold, Minggu (27/7).
Baca Juga: Bupati Tabanan Sanjaya Sampaikan Duka Cita atas Tragedi di Baturiti, Ajak Warga Hormati Proses Hukum
Polisi juga mengungkap kronologi awal yang memicu bentrokan tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa bermula ketika dua orang pengendara sepeda motor melintas di depan lapak pedagang nasi uduk milik seorang warga bernama Rusdi.
Saat melintas, suara knalpot yang keras diduga mengganggu hingga mengenai gerobak dagangan.
"Ada dua orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya terdampak, dan dirusak, itu karena menggeber-geber motornya. Sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan, (mereka) ditegur tidak terima," tutur Reynold.
Teguran tersebut kemudian memicu adu mulut antara kedua belah pihak. Ketegangan yang semula hanya melibatkan beberapa orang berkembang menjadi bentrokan fisik yang meluas di sepanjang Jalan Tambak.
Situasi semakin memanas hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan korban luka.
Saat ini aparat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam bentrokan tersebut.
Di sisi lain, pengamanan di kawasan Tambak dan Matraman tetap dipertahankan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi bentrokan lanjutan dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman.
Editor : Bayu ShaputraSumber : Jawa Pos