Ketua Komisariat PMII IAINH Resmi Dilantik, Ajak Pengurus Solid Cetak Kader Militan

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 20:40 WIB
SERAH TERIMA JABATAN: Mantan Ketua Komisariat IAINH Hariri Huzaini serah terima jabatan kepada mandaris Ketua Komisyariat IAINH Mohammad Zayin, di Aula Balai Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan, Senin (27/7). (HUMAIDI/JPRS)
SERAH TERIMA JABATAN: Mantan Ketua Komisariat IAINH Hariri Huzaini serah terima jabatan kepada mandaris Ketua Komisyariat IAINH Mohammad Zayin, di Aula Balai Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan, Senin (27/7). (HUMAIDI/JPRS)

 RADARSITUBONDO.ID – Kepengurusan baru Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Institut Agama Islam Nurul Huda (IAINH) resmi dilantik, Senin (27/7). Momentum tersebut dimanfaatkan Ketua Komisariat terpilih, Mohammad Zayyin, untuk menyerukan soliditas pengurus sebagai modal utama memperkuat pengkaderan dan mencetak kader yang aktif serta berdaya saing.

Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Balai Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan. Acara dihadiri kader PMII se-Kabupaten Situbondo, jajaran pengurus organisasi, serta anggota Polsek Kapongan yang turut mengamankan jalannya kegiatan.

Mohammad Zayyin mengatakan, pelantikan pengurus komisariat merupakan agenda rutin tahunan sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan di tingkat komisariat. Amanah yang kini diembannya, kata dia, akan difokuskan untuk memperkuat kualitas organisasi melalui pembinaan kader.

"Karena saya sudah dilantik menjadi ketua, maka saya berjanji akan mengajak pengurus untuk solid dalam melakukan pengkaderan terhadap puluhan kader di bawah tanggung jawab kami," ujar Zayyin.

Menurutnya, menjadi pengurus organisasi mahasiswa bukanlah tugas yang ringan. Pengurus dituntut memiliki pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai, tujuan, dan materi organisasi agar mampu membimbing kader secara optimal.

Ia menilai keberhasilan pengkaderan tidak hanya diukur dari jumlah anggota, tetapi juga dari lahirnya kader-kader yang aktif dalam diskusi, kajian, serta memiliki komitmen terhadap organisasi.

"Menjadi pengurus harus bisa menguasai materi-materi yang diwajibkan dalam organisasi. Kalau pengurus sudah tidak paham dengan tujuan organisasi, tidak mungkin bisa melahirkan kader yang militan," tegasnya.

Zayyin menambahkan, aktivitas di PMII bukan didorong oleh kepentingan materi, melainkan sebagai bentuk pengabdian dan proses pembelajaran kepemimpinan. Karena itu, menurutnya, menjadi bagian dari organisasi pergerakan merupakan kebanggaan yang tidak dapat diukur dengan imbalan finansial.

Ia mengutip Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMII Bab II Pasal 4 yang menegaskan bahwa tujuan organisasi adalah membentuk pribadi muslim Indonesia yang bertakwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia, serta bertanggung jawab dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia dan masyarakat yang adil serta makmur.

"Cita-cita PMII juga mulia, yaitu terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT," pungkasnya.

Pelantikan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan organisasi PMII Komisariat IAINH dalam mencetak kader-kader yang memiliki kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan kepedulian sosial untuk menjawab tantangan di tengah masyarakat. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
PMII IAINH Mohammad Zayyin Komisariat PMII Pengkaderan PMII Kapongan