RADARSITUBONDO.ID – Cuaca ekstrem yang melanda Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, mengakibatkan sebuah rumah semi permanen milik Sumadiah, 91, warga Kampung Sidomulyo, Desa Sumberwaru, ambruk diterjang angin kencang, Minggu (26/7). Beruntung, tidak ada korban jiwa karena pemilik rumah telah mengungsi lima hari sebelum bangunan roboh.
Rumah berukuran sekitar 7 x 5 meter dengan tinggi kurang lebih tiga meter itu mengalami kerusakan berat setelah diterpa angin kencang. Kondisi bangunan yang telah lapuk diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan rumah tidak mampu menahan terpaan angin.
Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Puriono, mengatakan rumah tersebut dihuni seorang lansia yang sebelumnya telah dievakuasi secara mandiri ke rumah keluarganya.
"Akibat terpaan angin kencang, rumah semi permanen berukuran 7 x 5 meter dengan tinggi sekitar tiga meter mengalami kerusakan berat hingga ambruk," ujar Puriono.
Menurutnya, keputusan korban untuk mengungsi beberapa hari sebelum kejadian menjadi penyelamat. Sumadiah diketahui meninggalkan rumah sejak lima hari sebelumnya karena bangunan sudah rapuh dan dikhawatirkan roboh sewaktu-waktu.
"Korban telah mengungsi sementara ke rumah anaknya yang berada tidak jauh dari lokasi sejak lima hari sebelumnya. Keputusan tersebut sangat tepat mengingat kondisi bangunan yang sudah rapuh serta kondisi kesehatan korban yang sedang sakit," jelasnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kejadian tersebut menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Hasil asesmen sementara BPBD menunjukkan sebagian besar bangunan ambruk dan hanya menyisakan bagian belakang rumah.
"Berdasarkan hasil asesmen sementara, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta," tegas Puriono.
Sesaat setelah menerima laporan, Tim Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Situbondo langsung menuju lokasi untuk melakukan kaji cepat terhadap dampak bencana. Penanganan dilakukan bersama sejumlah unsur terkait, mulai dari pemerintah kecamatan, Polsek Banyuputih, Koramil Banyuputih, Pemerintah Desa Sumberwaru, Tagana Dinas Sosial, relawan hingga masyarakat setempat.
Selain melakukan pendataan, BPBD juga menyiapkan langkah lanjutan berupa Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) sebagai dasar penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan lain bagi korban.
"BPBD Kabupaten Situbondo akan menindaklanjuti dengan pelaksanaan Jitupasna serta menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan lainnya kepada korban," katanya.
BPBD Situbondo juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan bangunan yang berpotensi roboh atau terjadi bencana agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
"Kami mengimbau seluruh warga Situbondo agar tetap waspada dan berhati-hati, terutama karena dalam beberapa hari terakhir angin kencang masih sering terjadi," pungkas Puriono. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo