RADARSITUBONDO.ID – Rasa rindu mengalahkan rasa takut. Itulah yang dilakukan BG, bocah berusia 10 tahun asal Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo. Seorang diri, siswa kelas V SD itu mengayuh sepeda menuju Mapolres Situbondo hanya untuk bertemu sang ayah yang kini mendekam di sel tahanan sebagai tersangka kasus penganiayaan.
Momen mengharukan tersebut terekam dalam video yang kemudian diunggah akun Facebook Polres Situbondo pada 15 Juli lalu. Video itu langsung menyita perhatian publik dan viral di media sosial karena memperlihatkan kasih sayang seorang anak kepada ayahnya yang tengah menghadapi proses hukum.
Dalam rekaman video, BG datang mengenakan kaus dan celana pendek. Wajahnya sembab karena terus menangis. Ketika ditanya anggota kepolisian mengenai tujuannya datang ke Mapolres Situbondo, bocah itu hanya mengucapkan satu kalimat sederhana yang membuat suasana seketika hening.
"Hanya ingin ketemu bapak," ucap BG lirih sembari mengusap air mata yang terus mengalir di pipinya.
Bahkan, saat petugas menawarkan makanan, BG menolaknya. Kerinduannya kepada sang ayah jauh lebih besar dibandingkan rasa lapar yang mungkin ia rasakan setelah mengayuh sepeda dari rumah menuju Mapolres.
Kanit Regident Satlantas Polres Situbondo Iptu Eko mengatakan, BG datang seorang diri tanpa didampingi keluarga. Bocah itu mengaku berangkat dari rumah dengan mengendarai sepeda demi menemui ayahnya yang sedang ditahan.
"Dia datang dalam keadaan menangis. Terus bilang mau ketemu bapaknya yang ditahan. Ya kami fasilitasi," ujar Iptu Eko, Selasa (28/7).
Melihat kondisi tersebut, anggota Polres Situbondo segera mengantarkan BG menuju ruang tahanan. Petugas memberikan kesempatan agar anak tersebut bisa bertemu langsung dengan ayahnya dalam waktu terbatas.
Sesaat setelah pintu menuju blok tahanan dibuka, BG berlari kecil menghampiri sang ayah. Dari balik jeruji besi, keduanya saling berpelukan erat. Tangis pecah di antara ayah dan anak yang sudah lama menahan rindu.
Momen itu tak hanya membuat keduanya menangis. Sejumlah anggota kepolisian yang menyaksikan pertemuan tersebut juga ikut terharu.
"Kami juga memotivasi anak itu agar sabar dan menjaga ibunya yang katanya sedang sakit di rumah," ungkap Eko.
Selain memfasilitasi pertemuan, Polres Situbondo juga memberikan bantuan kemanusiaan kepada BG. Sebelum pulang, bocah tersebut menerima paket makanan, kebutuhan sehari-hari, serta bantuan biaya pengobatan untuk ibunya yang sedang sakit.
Bantuan itu diterima dengan kedua tangan mungilnya. Raut wajah yang semula dipenuhi kesedihan perlahan berubah menjadi senyum sebelum ia kembali pulang.
"Kami memberi bekal kepada anak itu. Alhamdulillah diterima. Dia juga pulang dalam keadaan tersenyum," pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa proses hukum yang dijalani seseorang tidak hanya berdampak kepada pelaku, tetapi juga meninggalkan beban emosional bagi keluarga, terutama anak-anak yang masih membutuhkan kehadiran dan kasih sayang orang tuanya. Di balik jeruji besi, pelukan singkat BG kepada ayahnya menjadi potret tentang kerinduan, harapan, dan cinta keluarga yang tetap hidup meski dipisahkan oleh proses hukum. (hum/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo