RADARSITUBONDO.ID – Kebakaran menghanguskan dua rumah di kawasan padat penduduk Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Selasa (28/7) sekitar pukul 07.30. Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu mengakibatkan kerugian material sekitar Rp 55 juta, sementara puluhan warga berjibaku memadamkan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Rumah yang terdampak merupakan milik Rustami Arifin (46) dan Arie Husnaini. Kobaran api sempat memicu kepanikan karena lokasi kebakaran berada di lingkungan permukiman yang berhimpitan serta berdekatan dengan SD Islam Terpadu Nurul Ansor.
Sudiyah (65), ibu Rustami, mengaku menjadi orang pertama yang mengetahui kebakaran. Saat itu ia sedang berjualan nasi di depan Masjid Nurul Ansor ketika melihat kepulan asap tebal dari arah rumah anaknya.
"Saya sedang jualan, terus melihat ada asap tebal dari rumah anak saya. Saya langsung minta tolong sambil lari ke dekat rumah," ujarnya.
Teriakan Sudiyah langsung mengundang perhatian warga sekitar. Mereka berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk membantu memadamkan api sekaligus mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan sebelum kobaran semakin membesar.
Sejumlah perabot rumah tangga, seperti lemari, kursi, dan barang berharga lainnya, berhasil dikeluarkan dari dalam rumah berkat aksi cepat warga.
"Alhamdulillah masih banyak barang berharga yang bisa diselamatkan. Salah satunya lemari, kursi, dan lain-lain," tambah Sudiyah.
Siswa Sempat Berhamburan Keluar Kelas
Kepanikan juga dirasakan para siswa SD Islam Terpadu Nurul Ansor yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Asap pekat dan kobaran api membuat sebagian siswa berlari keluar kelas karena khawatir api merembet ke area sekolah.
Lukman, salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi, mengatakan suasana sempat mencekam ketika api mulai membesar.
"Anak-anak SD banyak yang lari. Ya takut karena lokasi kebakaran dekat dengan sekolah," katanya.
Damkar Padamkan Api dalam 90 Menit
Koordinator BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan dari Polsek Panji.
Menurutnya, rumah milik Rustami Arifin mengalami kerusakan paling parah dengan estimasi kerugian sekitar Rp 50 juta, sedangkan rumah milik Arie Husnaini mengalami kerusakan ringan dengan kerugian sekitar Rp 5 juta.
"Yang terbakar dua rumah. Milik Rustami Arifin mengalami kerugian Rp 50 juta. Sedangkan rumah milik Ari Husaini hanya rusak ringan dengan kerugian Rp 5 jutaan," jelas Puriyono.
Proses pemadaman berlangsung dramatis karena api dengan cepat menjalar ke bangunan yang saling berdempetan. Beruntung, tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Situbondo tiba di lokasi beberapa menit setelah laporan diterima.
Petugas Damkar bersama warga akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 09.00 sehingga kebakaran tidak meluas ke rumah-rumah lain di sekitarnya.
"Anggota Damkar dibantu warga berhasil menjinakkan api pukul 09.00. Tidak ada korban luka maupun jiwa," pungkas Puriyono.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di lingkungan permukiman padat. Pemeriksaan berkala terhadap jaringan listrik dan penggunaan peralatan elektronik sesuai standar keselamatan menjadi langkah preventif untuk meminimalkan risiko kebakaran serupa di kemudian hari. (hum/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo