Terang Bulan Bikin Nelayan Panarukan Libur Melaut, Pelabuhan Lama Berubah Jadi Bengkel Perahu

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 20:49 WIB
KERJASAMA: Puluhan nelayan sibuk memperbaiki jaring ikan di pelabuhan lama Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Rabu (29/7). (HUMAIDI/JPRS)
KERJASAMA: Puluhan nelayan sibuk memperbaiki jaring ikan di pelabuhan lama Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Rabu (29/7). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Pemandangan berbeda terlihat di Pelabuhan Lama Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Rabu (29/7). Puluhan nelayan yang biasanya bersiap berlayar justru berkumpul di daratan. Mereka memilih tidak melaut saat fase terang bulan dan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki jaring, mengecat perahu, hingga membenahi perlengkapan penangkapan ikan.

Fenomena tersebut bukan disebabkan cuaca buruk ataupun gelombang tinggi. Bagi nelayan pesisir Panarukan, bulan purnama atau terang bulan merupakan periode yang diyakini kurang menguntungkan untuk mencari ikan karena hasil tangkapan menurun drastis.

Sekitar pukul 14.00, suasana Pelabuhan Lama Panarukan tetap ramai meski tak ada aktivitas bongkar muat hasil tangkapan. Terik matahari menyengat tidak menyurutkan semangat para nelayan bekerja.

Di atas sejumlah perahu yang sedang dicat, musik dangdut koplo diputar cukup keras. Sebagian nelayan bersenandung mengikuti irama, sementara lainnya sibuk memalu papan, menjahit jaring yang robek, hingga memasang peneduh agar terhindar dari sengatan matahari.

"Kalau sudah terang bulan, kerjaan nelayan begini. Perbaiki jaring ikan dan memperbaiki perahu yang rusak. Sebagian juga ada yang mengecat bodi perahu," ujar Imam, nelayan asal Desa Kilensari, sambil menunjuk rekan-rekannya yang sedang menghias perahu.

Pria berusia 40 tahun itu menjelaskan, fase bulan purnama hampir selalu menjadi masa jeda bagi sebagian besar nelayan yang menggunakan perahu besar. Mereka menilai biaya operasional melaut tidak sebanding dengan potensi hasil tangkapan.

Menurut Imam, cahaya bulan yang terang membuat ikan lebih banyak bergerak ke perairan yang lebih dalam atau berpindah lokasi sehingga lebih sulit ditangkap menggunakan alat tangkap yang biasa mereka gunakan.

"Ya tidak sebanding dengan biaya solar dan perbekalan kalau dipaksa melaut saat terang bulan," tuturnya sembari menambal jaring yang sobek.

Ia menambahkan, tidak semua nelayan menghentikan aktivitas melaut. Nelayan yang menggunakan perahu berukuran kecil masih ada yang tetap berangkat ke laut, meski hanya untuk memancing.

Namun, hasil yang diperoleh biasanya tidak sebanyak saat kondisi bulan gelap.

"Kalau perahu kecil masih ada yang melaut, tapi ya hasil tangkapannya tidak banyak juga," pungkasnya.

Bagi para nelayan Panarukan, masa terang bulan bukan sekadar waktu beristirahat. Periode ini dimanfaatkan untuk melakukan perawatan perahu, memperbaiki alat tangkap, hingga mempercantik armada agar siap kembali berlayar ketika musim tangkapan mulai membaik. Dengan demikian, saat kondisi laut kembali ideal, mereka dapat langsung melaut tanpa terkendala kerusakan peralatan maupun perahu. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
nelayan Panarukan terang bulan pelabuhan Kilensari perbaiki jaring bulan purnama