Krisis Air Bersih Melanda Gunung Putri, Warga Rela Antre Berjam-jam Demi Satu Jeriken Air

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 20:13 WIB
REBUTAN AIR: Anggota BPBD Situbondo mendistribusikan air bersih di Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, Kamis (30/7). (HUMAIDI/JPRS)
REBUTAN AIR: Anggota BPBD Situbondo mendistribusikan air bersih di Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, Kamis (30/7). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID  – Kemarau yang berkepanjangan memaksa warga Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, berjuang mendapatkan air bersih. Sejak Kamis (30/7) pagi, puluhan warga sudah memadati lokasi distribusi bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, membawa jeriken, timba, hingga ember demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Droping air dilakukan BPBD sebagai respons terhadap krisis air bersih yang kini melanda sedikitnya enam kecamatan di delapan desa di Kabupaten Situbondo. Wilayah terdampak mayoritas berada di kawasan dataran tinggi yang sumber mata airnya mulai menyusut, bahkan sebagian telah mengering akibat musim kemarau.

Begitu mobil tangki BPBD tiba di Desa Gunung Putri, warga langsung mengantre untuk mendapatkan air. Mereka rela menunggu lama agar bisa mengisi seluruh wadah yang dibawa karena pasokan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak.

"Kalau kami kirim air ke lokasi terdampak kekeringan yang ingin mengisi pasti banyak. Semua wadah dibawa. Yang penting bisa diisi air," ujar Kepala BPBD Situbondo, Ir. H. Timbul Surjanto.

Menurut Timbul, musim kemarau tahun ini menyebabkan debit sejumlah sumber mata air terus menurun. Bahkan, beberapa sumber air yang selama ini menjadi andalan masyarakat sudah tidak lagi mengalir sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

"Ada enam kecamatan di delapan desa yang saat ini mengalami krisis air bersih. Salah satunya di Kecamatan Suboh. Lokasi kekeringan rata-rata berada di dataran tinggi," katanya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat distribusi air bersih menjadi solusi sementara untuk membantu masyarakat hingga kondisi sumber air kembali normal.

BPBD Situbondo, lanjut Timbul, telah menyusun jadwal distribusi air bersih secara bergilir ke seluruh desa yang terdampak kekeringan. Penyaluran akan terus dilakukan selama musim kemarau masih berlangsung atau hingga hujan kembali turun.

"Kami pastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan ke wilayah yang terdampak krisis," tegasnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak mengingat potensi kekeringan masih dapat berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan untuk memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi.

Bagi warga Desa Gunung Putri, kedatangan mobil tangki BPBD menjadi harapan di tengah sulitnya memperoleh air bersih. Meski harus mengantre panjang di bawah terik matahari, mereka memilih bersabar demi membawa pulang air yang menjadi kebutuhan paling mendasar selama musim kemarau. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
bantuan air musim kemarau bpbd situbondo krisis air Gunung Putri