H. Yoyok Dorong Sumur Bor Jadi Solusi Kekeringan Situbondo-Bondowoso, Petani Butuh Pasokan Air

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 20:09 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, H. Yoyok Mulyadi, menyoroti persoalan kekeringan yang kerap terjadi di Kabupaten Situbondo maupun Bondowoso setiap musim kemarau. (dok.jprs)
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, H. Yoyok Mulyadi, menyoroti persoalan kekeringan yang kerap terjadi di Kabupaten Situbondo maupun Bondowoso setiap musim kemarau. (dok.jprs)

RADARSITUBONDO.ID – Persoalan kekeringan yang hampir selalu berulang setiap musim kemarau di Kabupaten Situbondo dan Bondowoso kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur H. Yoyok Mulyadi menilai krisis air yang berdampak pada sektor pertanian tidak boleh lagi ditangani secara sementara. Ia mendorong percepatan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan air sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Pernyataan itu disampaikan Yoyok setelah menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses. Salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan warga adalah berkurangnya pasokan air irigasi saat musim kemarau, sehingga mengganggu produktivitas lahan pertanian.

Menurut mantan Wakil Bupati Situbondo tersebut, persoalan kekeringan bukanlah isu baru. Namun hingga kini, masyarakat masih menghadapi masalah yang sama setiap tahun tanpa penyelesaian yang menyeluruh.

"Kebutuhan air untuk para petani menjadi keluhan utama setiap kali menghadapi musim kemarau," katanya.

Yoyok menilai pembangunan sumur bor harus menjadi salah satu program prioritas pemerintah karena mampu menjadi sumber air alternatif bagi masyarakat maupun lahan pertanian ketika debit air permukaan mulai menurun.

Selain menjawab kebutuhan air bersih, keberadaan sumur bor juga dinilai penting untuk menjaga produktivitas sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

"Solusinya adalah mempercepat pembangunan sumur bor agar menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan," tambahnya.

Politikus DPRD Jawa Timur itu menegaskan, Situbondo merupakan salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Karena itu, ketersediaan air bagi petani harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Menurutnya, jika persoalan pengairan tidak segera ditangani, dampaknya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga dapat memengaruhi hasil produksi pertanian secara keseluruhan.

Selain pembangunan sumur bor, Yoyok juga mendorong percepatan pembenahan jaringan irigasi dan infrastruktur pendukung lainnya agar distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih optimal.

Ia menilai perbaikan sarana pendukung seperti saluran irigasi, jalan, jembatan, hingga penerangan jalan akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

"Selain itu, perbaikan infrastruktur seperti jembatan, jalan, hingga penerangan jalan juga diharapkan dapat dipercepat," tegasnya.

Yoyok memastikan seluruh aspirasi masyarakat yang diterimanya selama kegiatan serap aspirasi akan terus diperjuangkan di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar masuk dalam skala prioritas pembangunan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemangku kepentingan lainnya dapat mempercepat penyelesaian persoalan yang selama ini menjadi keluhan warga, terutama terkait ketersediaan air saat musim kemarau.

"Seluruh aspirasi itu akan kami kawal agar menjadi prioritas pembangunan di Jawa Timur, khususnya di Situbondo," pungkasnya.

Dengan percepatan pembangunan sumur bor, perbaikan jaringan irigasi, serta penguatan infrastruktur pendukung, diharapkan persoalan kekeringan yang selama ini menghantui petani di Situbondo dan Bondowoso tidak lagi menjadi agenda tahunan, melainkan dapat ditangani melalui solusi yang berkelanjutan. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
kekeringan Situbondo H Yoyok irigasi petani sumur bor ketahanan pangan