Tolato PG Panji Dikeluhkan Warga, Debu Hitam Masuk ke Rumah hingga Kotori Kendaraan

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 20:30 WIB
MUSIM GILING: Pemandangan asap dari cerobong PG Pandji sekitar pukul 11. 30, Minggu (2/7). (HUMAIDI/JPRS)
MUSIM GILING: Pemandangan asap dari cerobong PG Pandji sekitar pukul 11. 30, Minggu (2/7). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Warga di sekitar Pabrik Gula (PG) Panji, Kecamatan Panji, Situbondo, kembali mengeluhkan sebaran tolato, yakni partikel debu hitam sisa pembakaran yang keluar dari cerobong asap pabrik. Debu tersebut disebut berterbangan hingga masuk ke dalam rumah warga, mengotori kendaraan, serta menempel di atap bangunan di sekitar kawasan pabrik.

Keluhan datang dari warga Kelurahan Mimbaan hingga Desa Curah Jeru yang berada tidak jauh dari area PG Panji. Mereka menilai sebaran tolato semakin terasa saat aktivitas produksi pabrik berlangsung dan angin bertiup ke arah permukiman.

Pantauan di sepanjang Jalan Pantura, tepatnya di kawasan utara PG Panji, memperlihatkan partikel hitam mudah menempel pada kendaraan yang berhenti di tepi jalan. Dalam waktu singkat, permukaan sepeda motor tampak dipenuhi debu halus berwarna hitam.

"Ini kan tumpukan tolato. Kalau sudah parkir motor di sini, pulangnya sudah banyak tolato yang menempel di motor," ujar Fadol, warga yang sering beraktivitas di kawasan Taman Pancing, Kelurahan Mimbaan, Minggu (2/8).

Menurut Fadol, pengendara yang melintasi kawasan sekitar pabrik sebaiknya menggunakan pelindung wajah atau helm tertutup agar tidak terkena partikel debu yang beterbangan.

"Kalau lewat area PG mending pakai helm biar tidak kelilipan. Saya kalau lewat ya pasti pakai helm," katanya.

Ia mengaku debu hitam tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga dikhawatirkan dapat masuk ke saluran pernapasan apabila terhirup terus-menerus.

Keluhan serupa juga disampaikan warga Desa Curah Jeru. Debu hitam disebut tidak hanya beterbangan di jalan, tetapi juga mengotori bagian atap rumah warga.

"Ini tolato, iya tolato," ucap salah seorang warga sambil menunjukkan rekaman video sebaran debu hitam yang menempel di atap rumahnya.

Hingga berita ini ditulis, General Manager PG Panji, Fitro Hariadi, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp belum mendapat respons meski nomor yang bersangkutan terpantau aktif.

Warga berharap pihak pengelola pabrik segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengendalian emisi agar sebaran tolato tidak terus mengganggu lingkungan permukiman. Mereka juga meminta adanya penjelasan resmi terkait penyebab munculnya debu hitam tersebut serta langkah yang akan diambil untuk meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat sekitar. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
tolato PG Panji debu hitam Kelurahan Mimbaan warga Panji PG Panji