900 Pelamar Masih Menunggu, Operasional SPPG Karang Asem Situbondo Belum Juga Dipastikan

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 20:32 WIB
BELUM BEROPERASI: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 05 Yayasan Indonesia Subur Makmur di Karang Asem, Kelurahan Patokan, hingga kini belum diketahui kapan akan mulai beroperasi, minggu (2/8). (Ahmad Rifa
BELUM BEROPERASI: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 05 Yayasan Indonesia Subur Makmur di Karang Asem, Kelurahan Patokan, hingga kini belum diketahui kapan akan mulai beroperasi, minggu (2/8). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Harapan ratusan warga Situbondo untuk bekerja dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 05 Yayasan Indonesia Subur Makmur di Karang Asem, Kelurahan Patokan, hingga kini belum terwujud. Meski proses rekrutmen telah berlangsung sekitar tiga bulan lalu, belum ada kepastian kapan dapur MBG tersebut mulai beroperasi maupun pengumuman hasil seleksi para pelamar.

Sedikitnya 900 orang mendaftarkan diri sebagai relawan sejak pembukaan lowongan pada 7 Mei 2026. Padahal, kebutuhan tenaga kerja di SPPG tersebut hanya sekitar 47 orang. Hingga awal Agustus, seluruh pelamar masih berada dalam ketidakpastian.

"Kalau diterima atau tidak kami belum tahu. Yang kami harapkan hanya kejelasan," ujar salah seorang calon relawan, Minggu (2/8).

Menurutnya, para pelamar tidak hanya menunggu hasil seleksi, tetapi juga kepastian operasional dapur MBG yang diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan sekaligus menjadi sumber penghasilan baru.

Ia menyebut kondisi serupa juga dialami sejumlah SPPG lain. Bangunan dapur telah selesai dibangun, namun belum memperoleh kepastian operasional.

"Bukan hanya SPPG Karang Asem. Masih ada sekitar 41 SPPG lain yang bangunannya sudah selesai, tetapi belum ada kepastian kapan mulai beroperasi. Kami hanya bisa menunggu. Kalau nanti dipanggil, itu sudah menjadi rezeki kami," katanya.

Yayasan Masih Menunggu Persetujuan BGN

Menanggapi keluhan tersebut, Person in Charge (PIC) SPPG 05 Yayasan Indonesia Subur Makmur, Anis Wahdi, mengatakan pihak yayasan juga belum dapat memastikan jadwal operasional karena seluruh proses masih menunggu keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurutnya, setelah muncul kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah, mekanisme verifikasi dari BGN menjadi lebih ketat sehingga memerlukan waktu lebih panjang.

"Kami masih menunggu informasi resmi dari BGN Pusat. Apalagi sekarang prosesnya lebih ketat setelah adanya kasus dugaan korupsi beberapa waktu lalu," ujarnya.

Anis menegaskan, yayasan sebenarnya ingin segera menjalankan operasional SPPG agar program prioritas pemerintah tersebut dapat segera dilaksanakan di Situbondo. Namun, kewenangan penetapan operasional sepenuhnya berada di tangan BGN.

Pengumuman Hasil Seleksi Belum Bisa Dilakukan

Selain belum adanya jadwal operasional, pengumuman hasil seleksi relawan juga masih belum dapat dilakukan. Meski proses pendaftaran telah selesai, seluruh berkas pelamar masih menjalani tahapan verifikasi oleh BGN.

"Seluruh pelamar masih dalam proses verifikasi. SPPG yang sudah memenuhi syarat akan berjalan lebih dulu, sedangkan yang masih kategori baru harus menunggu proses berikutnya," jelas Anis.

Ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah persyaratan teknis dan administrasi yang harus dipenuhi sebelum dapur MBG dapat beroperasi. Mulai dari penyempurnaan fasilitas pendukung hingga penyelesaian sejumlah portal administrasi yang menjadi bagian dari proses evaluasi BGN.

"Seluruh pelamar masih dalam proses verifikasi. SPPG yang sudah memenuhi syarat nantinya akan berjalan," tambahnya.

Anis memastikan pihak yayasan bersama koordinator wilayah dan koordinator kecamatan terus mengawal seluruh tahapan agar operasional SPPG dapat segera dimulai.

"Kami bersama koordinator wilayah dan koordinator kecamatan terus mengawal proses ini. Namun, keputusan akhir tetap menunggu dari BGN Pusat," pungkasnya.

Ketidakpastian operasional SPPG Karang Asem menjadi perhatian para pelamar yang telah menunggu selama berbulan-bulan. Mereka berharap BGN segera memberikan keputusan sehingga proses seleksi dapat diumumkan dan dapur MBG dapat beroperasi untuk melayani masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru di Situbondo. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
situbondo SPPG Karang Asem relawan MBG Badan Gizi pelamar kerja