RADARSITUBONDO.ID – Seorang pria berinisial AN (39), warga Desa Curahkalak, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, ditemukan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri pada Jumat (31/7) malam. Sebelum mengakhiri hidupnya, korban diketahui sempat mengirimkan pesan suara berisi permohonan maaf kepada keluarga melalui grup WhatsApp keluarga.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga korban nekat mengakhiri hidup karena tekanan ekonomi yang disertai persoalan internal keluarga. Dugaan tersebut diperkuat dari keterangan keluarga serta tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baca Juga: Pemotor Ditemukan Tewas di Jurang Enam Meter di Arjasa, Diduga Terjatuh Lalu Tertimpa Motornya
Kapolsek Jangkar, Iptu Fatchus Sochib, mengatakan petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan dari warga.
"Korban diduga mengakhiri hidup karena permasalahan ekonomi dan keluarga. Kami sudah melakukan olah TKP dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ujarnya, Minggu (2/8).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban diduga telah memiliki niat mengakhiri hidup sejak beberapa hari sebelumnya. Selain menyiapkan pesan perpisahan, AN juga mengirimkan pesan suara kepada sanak keluarga sebagai ungkapan permintaan maaf sebelum peristiwa terjadi.
Pihak keluarga sebenarnya telah berupaya melakukan pengawasan dan pencegahan setelah mengetahui gelagat mencurigakan dari korban pada hari-hari sebelumnya. Namun, pada Jumat (31/7) sekitar pukul 19.30 WIB, korban kembali melakukan tindakan nekat tersebut di area kediamannya.
Korban segera dievakuasi dan dibawa ke RSUD Asembagus. Namun, saat tiba di rumah sakit, nyawanya sudah tidak dapat diselamatkan. Setelah proses penanganan selesai, jenazah dibawa ke rumah persemayaman komunitas Tionghoa setempat.
Polisi memastikan tidak menemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut dan kasus dinyatakan sebagai dugaan bunuh diri berdasarkan hasil pemeriksaan awal serta keterangan keluarga.
Catatan Redaksi: Informasi di atas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, tekanan emosional, atau memiliki pikiran untuk bunuh diri, jangan ragu untuk mencari pertolongan profesional. Layanan konseling kesehatan jiwa dapat diakses melalui hotline atau fasilitas kesehatan terdekat.
Editor : Agung SedanaSumber : Radar Situbondo