Nelayan Jangkar Ditemukan Tewas Mengambang Dua Mil dari Pantai, Diduga Tenggelam Saat Melaut

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 20:28 WIB
PENEMUAN MAYAT: Anggota BPBD dibantu nelayan mengevakuasi jenazah Sugianto, 45, di bibir panta Desa/Kecamatan Jangkar, Senin (3/8). (HUMAIDI/JPRS)
PENEMUAN MAYAT: Anggota BPBD dibantu nelayan mengevakuasi jenazah Sugianto, 45, di bibir panta Desa/Kecamatan Jangkar, Senin (3/8). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Pencarian seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Jangkar, Situbondo, berakhir duka. Sugianto, 45, warga Desa/Kecamatan Jangkar, ditemukan meninggal dunia mengambang di tengah laut pada Senin (3/8) sekitar pukul 07.00, atau sehari setelah dinyatakan hilang saat melaut.

Korban ditemukan sekitar dua mil dari bibir pantai perairan Jangkar oleh seorang pemancing yang sedang mencari ikan di lokasi tersebut.

Koordinator BPBD Situbondo, Puriyono, menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh Suto, 52, warga Kampung Pasar Nangka, Desa/Kecamatan Jangkar.

Menurutnya, Suto berangkat memancing sekitar pukul 07.00. Saat berada di tengah laut, ia melihat sesosok tubuh mengambang di permukaan air.

"Suto berangkat memancing sekitar pukul 07.00. Saat di tengah laut, melihat ada mayat mengambang," ujar Puriyono.

Mengetahui temuan tersebut, Suto segera menghubungi pemancing lain yang berada tidak jauh dari lokasi. Mereka kemudian bersama-sama mengevakuasi jasad korban menuju bibir pantai agar segera dapat dikenali keluarga yang sejak sehari sebelumnya melakukan pencarian.

Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans milik Puskesmas Jangkar.

"Jenazah langsung dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans milik Puskesmas Jangkar," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis Puskesmas Jangkar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Puriyono menyebutkan, korban diduga meninggal akibat tenggelam di laut. Hasil pemeriksaan tersebut juga telah diterima pihak keluarga.

"Korban dinyatakan murni meninggal akibat tenggelam di laut. Pihak keluarga menerima hasil pemeriksaan medis dan bersedia membuat surat pernyataan tidak mempermasalahkan siapa pun," jelasnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, Sugianto berangkat melaut seorang diri pada Minggu (2/8) pagi menggunakan perahunya seperti biasa.

Namun, sekitar pukul 12.00, nelayan lain menemukan perahu milik korban berlayar tanpa awak di perairan Jangkar. Penemuan tersebut memicu upaya pencarian oleh keluarga bersama warga.

Perahu dan telepon seluler milik korban telah ditemukan sejak hari pertama pencarian. Meski demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab korban terjatuh ke laut.

"Tidak ada yang tahu alasan kenapa Sugianto bisa terjatuh ke tengah laut. Yang pasti ponsel milik korban sekaligus perahu sudah ditemukan sejak Minggu lalu," pungkas Puriyono.

Peristiwa ini menjadi pengingat tingginya risiko yang dihadapi para nelayan saat melaut, terutama ketika beraktivitas seorang diri di tengah perairan. Aparat mengimbau nelayan untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan, kondisi cuaca, serta menggunakan perlengkapan keselamatan selama berlayar. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
situbondo nelayan Jangkar perairan Jangkar nelayan tenggelam bpbd situbondo