Sempat Viral, Nasi Goreng Buah Naga Desa Bayeman Bangkit Lagi Lewat Inovasi Mahasiswa KKN

Ahmad Rifa'ie • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 20:30 WIB
FOTO BERSAMA: Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bayeman, Kecamatan Arjasa, berfoto bersama usai menggelar pelatihan bersama warga di Balai Desa Bayeman, Senin (3/8). (Ahmad Rifa
FOTO BERSAMA: Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bayeman, Kecamatan Arjasa, berfoto bersama usai menggelar pelatihan bersama warga di Balai Desa Bayeman, Senin (3/8). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Kuliner legendaris Nasi Goreng Buah Naga yang sempat mencuri perhatian publik pada 2018 kini kembali hadir di Desa Bayeman, Kecamatan Arjasa, Situbondo. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tahun 2026, mahasiswa menghidupkan kembali menu unik berbahan buah naga tersebut sebagai strategi menggerakkan UMKM sekaligus membangun identitas baru ekonomi kreatif desa.

Program yang dikemas dalam pelatihan dan pendampingan UMKM itu tidak sekadar memperkenalkan kembali resep lama. Tim KKN juga menggandeng pelaku usaha lokal untuk memperkuat branding, meningkatkan nilai jual produk, hingga membuka peluang lahirnya wirausaha baru berbasis potensi desa.

Salah satu anggota Tim KKN Kolaboratif, Putry, mengatakan Nasi Goreng Buah Naga dipilih karena memiliki keunikan yang sulit ditemukan di daerah lain. Buah naga dimanfaatkan sebagai pewarna alami sehingga menghasilkan warna merah muda keunguan tanpa tambahan pewarna sintetis, sekaligus memberikan kandungan gizi yang lebih baik.

"Melalui pelatihan dan pendampingan UMKM ini, kami berharap dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi masyarakat melalui inovasi kuliner khas Desa Bayeman," ujarnya.

Menurut Putry, kuliner tersebut pernah menjadi salah satu ikon Desa Bayeman dan ramai diperbincangkan masyarakat pada 2018. Selain tampilannya yang menarik, cita rasa gurih berpadu sentuhan manis alami dari buah naga menjadi daya tarik utama.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir produksi Nasi Goreng Buah Naga sempat terhenti karena vakumnya aktivitas pengelolaan. Kondisi itu membuat kuliner khas tersebut perlahan menghilang dari peredaran.

Melihat potensi yang masih besar, mahasiswa KKN Kolaboratif menggandeng Suhani, penggagas Kampung Buah Naga Desa Bayeman, untuk menghidupkan kembali produk tersebut melalui pelatihan bagi masyarakat.

Dalam kegiatan itu, Suhani membagikan resep, teknik pengolahan, hingga kiat menjaga kualitas rasa agar tetap konsisten. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal masyarakat untuk mengembangkan usaha kuliner berbasis potensi lokal.

Pelatihan mendapat sambutan positif dari warga. Puluhan peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga hingga kaum bapak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias.

Menurut Putry, peserta tidak hanya belajar proses memasak, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai peluang bisnis kuliner yang memiliki daya saing tinggi.

"Daya tarik utama produk ini tidak hanya terletak pada tampilannya yang unik dan menarik, tetapi juga pada kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan nasi goreng pada umumnya. Warna alami dari buah naga menjadikan sajian ini berbeda sekaligus memiliki nilai jual yang tinggi," jelasnya.

Para peserta juga berkesempatan mencicipi langsung hasil olahan tersebut. Banyak di antara mereka mengaku terkesan dengan rasa yang dihasilkan dan mulai melihat peluang menjadikan menu tersebut sebagai usaha rumahan.

Tak berhenti pada inovasi produk, Tim KKN Kolaboratif juga merancang identitas visual berupa logo khusus Nasi Goreng Buah Naga. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat citra produk sekaligus memudahkan promosi sebagai ikon kuliner Desa Bayeman.

Menurut Putry, keberadaan logo diharapkan menjadi fondasi awal dalam membangun merek lokal yang lebih profesional sehingga produk mampu bersaing di pasar kuliner yang semakin kompetitif.

Ia berharap kebangkitan kembali Nasi Goreng Buah Naga menjadi contoh bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari potensi sederhana yang dimiliki desa.

"Keberhasilan program kerja KKN Kolaboratif Desa Bayeman Tahun 2026 membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak harus dimulai dari hal yang besar. Kami berharap Nasi Goreng Buah Naga tidak hanya kembali viral, tetapi juga berkembang menjadi komoditas kuliner unggulan yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Bayeman," pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Desa Bayeman KKN Kolaboratif UMKM desa buah naga nasi goreng