RADARSITUBONDO.ID – Kecamatan Bungatan sukses meraih Juara II Lomba Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui kanal digital QRIS yang digelar Pemerintah Kabupaten Situbondo. Capaian tersebut diraih setelah pemerintah kecamatan membentuk tim intensifikasi khusus yang mendampingi desa-desa sekaligus menggenjot sosialisasi pembayaran pajak secara digital hingga ke tingkat masyarakat.
Strategi pendampingan yang dilakukan secara langsung ke desa, dipadukan dengan koordinasi harian bersama petugas pemungut pajak, dinilai mampu meningkatkan realisasi pembayaran PBB-P2 selama masa lomba yang berlangsung sekitar tiga pekan.
Camat Bungatan, Yogie Kripsian Sah, S.STP., M.Si., mengatakan sosialisasi kepada petugas pemungut pajak dilakukan secara rutin. Selain melalui pertemuan langsung, koordinasi juga berlangsung hampir setiap hari melalui grup WhatsApp agar semangat mengedukasi masyarakat tetap terjaga.
"Setiap hari saya mengingatkan para pemungut pajak melalui grup WhatsApp agar terus mengajak masyarakat membayar PBB-P2 menggunakan QRIS. Saat rapat koordinasi bersama perangkat desa juga selalu saya tekankan pentingnya pembayaran melalui kanal digital," ujarnya, Selasa (4/8).
Tak hanya mengandalkan sosialisasi, Kecamatan Bungatan juga membentuk tim intensifikasi pemungutan PBB-P2. Tim tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan masing-masing terdiri atas dua personel yang bertugas mendampingi setiap desa untuk mempercepat sekaligus memantau realisasi pembayaran pajak.
Menurut Yogie, pola pendampingan tersebut terbukti efektif membangun kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan petugas pemungut pajak.
"Alhamdulillah, berkat kerja sama dan kekompakan seluruh jajaran kecamatan serta pemerintah desa, kami berhasil meraih Juara II dalam lomba ini," katanya.
Selama pelaksanaan lomba, perkembangan pembayaran PBB-P2 dipantau setiap hari. Hasil pemantauan kemudian dijadikan bahan evaluasi untuk mengetahui desa yang mengalami peningkatan maupun yang masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
"Kami setiap hari melakukan pengecekan perkembangan pembayaran PBB-P2 di setiap desa. Selama kurang lebih tiga minggu pelaksanaan lomba, progres pembayaran terus kami pantau sehingga hasilnya cukup baik," jelasnya.
Yogie mengakui, penerapan pembayaran digital melalui QRIS sejauh ini tidak menghadapi hambatan berarti. Namun, edukasi kepada masyarakat tetap dilakukan agar penggunaan transaksi non-tunai semakin luas.
Bagi warga lanjut usia atau masyarakat yang belum terbiasa menggunakan aplikasi pembayaran digital, proses pembayaran dibantu oleh anggota keluarga, perangkat desa, maupun petugas pendamping.
"Saat ini sebagian besar masyarakat sudah memiliki telepon seluler. Karena itu, pembayaran PBB-P2 melalui QRIS menjadi lebih mudah, praktis, cepat, sekaligus meningkatkan transparansi dalam proses pembayaran pajak," tegasnya.
Ke depan, Kecamatan Bungatan berharap seluruh desa semakin aktif meningkatkan realisasi PBB-P2 melalui sistem pembayaran digital. Selain mempercepat transaksi, penggunaan QRIS juga dinilai mampu meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan pembayaran pajak.
"Harapan kami seluruh desa terus berlomba-lomba meningkatkan pembayaran PBB-P2 melalui QRIS. Sekarang zamannya sudah semakin canggih, sehingga masyarakat diharapkan memanfaatkan cara pembayaran yang lebih mudah, praktis, dan transparan," pungkas Yogie. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo