Radarsitubondo.id - Suasana duka menyelimuti kediaman Maliya Finda di Jalan Cipunegara, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, setelah jenazah pendaki asal Surabaya tersebut akhirnya tiba pada Kamis (6/8) dini hari.
Jenazah dibawa menggunakan ambulans dari Bondowoso dengan pengawalan ketat personel Satlantas Polres Bondowoso. Perjalanan panjang dari lokasi evakuasi menuju Surabaya berakhir dengan kedatangan jenazah yang telah dinantikan keluarga dan kerabat sejak beberapa hari terakhir.
Maliya Finda sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Piramid, Bondowoso. Ia mendaki bersama pemandu lokal bernama Erfan menggunakan metode tektok, yakni pendakian pulang-pergi tanpa bermalam.
Baca Juga: Cinta Laura Buka Suara soal Polemik BPJS Kesehatan, Soroti Dugaan Diskriminasi Pasien
Keduanya sempat kehilangan kontak sejak Minggu (2/8). Setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan, Maliya dan Erfan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang kawasan Punggung Naga pada Selasa (4/8).
Lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu titik paling ekstrem di Gunung Piramid karena memiliki jalur sempit, curam, dan berbatasan langsung dengan jurang yang dalam.
Kerabat korban, Heri, menjelaskan bahwa rumah duka di Surabaya hanya menjadi tempat pelaksanaan prosesi penyucian dan pengkafanan jenazah.
Setelah seluruh rangkaian tersebut selesai, jenazah akan diberangkatkan menuju kampung halaman keluarga di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
Keputusan tersebut telah disepakati keluarga agar Maliya dimakamkan di daerah asalnya.
Keponakan korban, Riris, mengungkapkan bahwa Maliya merupakan anak kedua dari lima bersaudara.
Ia juga meninggalkan seorang putri yang baru saja melahirkan anak pertamanya sekitar dua pekan sebelum tragedi pendakian terjadi. Kabar duka itu pun menjadi pukulan berat bagi keluarga yang sebelumnya tengah berbahagia menyambut kehadiran cucu pertama Maliya.
Sejak Selasa, puluhan anggota keluarga, kerabat, serta tetangga telah berkumpul di rumah duka untuk memberikan doa dan menunggu kepulangan jenazah.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026, Leo Bersinar, Gemini Waspada Kesalahpahaman!
Insiden yang merenggut nyawa Maliya Finda kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko pendakian di Gunung Piramid, Bondowoso.
Jalur menuju kawasan Punggung Naga diketahui telah berstatus ilegal dan secara resmi ditutup oleh pihak berwenang karena memiliki tingkat bahaya yang sangat tinggi. Medan yang curam, sempit, serta berada di tepi jurang membuat jalur ini tidak direkomendasikan untuk aktivitas pendakian.
Meski demikian, masih ada pendaki yang nekat mencoba melintasi jalur tersebut.
Dengan meninggalnya Maliya Finda dan pemandunya, jumlah korban jiwa di kawasan Punggung Naga kini bertambah. Dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir, sedikitnya empat pendaki dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan di jalur ekstrem tersebut.
Peristiwa ini kembali mengingatkan para pecinta alam untuk selalu mematuhi aturan yang ditetapkan pengelola kawasan konservasi dan otoritas setempat. Pendakian melalui jalur yang telah ditutup atau berstatus ilegal tidak hanya melanggar ketentuan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun tim penyelamat yang harus melakukan proses evakuasi apabila terjadi kecelakaan.(*)
Editor : Titin Wulandari