Sungai Kalorkoran Langganan Banjir, Bronjong Segera Dibangun: Warga Bisa Ikut Bekerja

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 21:07 WIB
SOSIALISASI: Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur H. Yoyok Mulyadi ngobrol santai bersama puluhan warga, di rumah Hermanto, tokoh masyarakat Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Minggu (9/8). (HUMAIDI/JPRS)
SOSIALISASI: Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur H. Yoyok Mulyadi ngobrol santai bersama puluhan warga, di rumah Hermanto, tokoh masyarakat Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Minggu (9/8). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Bertahun-tahun warga di sekitar Sungai Kalorkoran, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, dihantui ancaman banjir. Setiap kali debit sungai meningkat, aliran air berpotensi menggerus tebing dan mengancam permukiman hingga area pemakaman warga.

Kini, penantian itu mulai menemukan titik terang. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan bronjong di sungai tersebut. Sosialisasi rencana pembangunan dilakukan Anggota DPRD Jawa Timur H. Yoyok Mulyadi bersama tokoh masyarakat, kepala desa, dan puluhan warga, Sabtu (8/8).

H. Yoyok mengatakan, sosialisasi tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat mengetahui rencana pembangunan sekaligus memahami pentingnya menjaga hasil pekerjaan setelah proyek selesai.

“Dalam sosialisasi ini saya hanya memberi informasi kepada masyarakat bahwa Sungai Kalorkoran yang sering dirusak banjir sudah mendapat anggaran dari Provinsi Jatim. Tahun ini sudah mau dibangun bronjong,” kata H. Yoyok, Minggu (9/8).

Bronjong menjadi salah satu upaya untuk memperkuat tebing sungai agar tidak mudah tergerus arus. Pembangunan tersebut dinilai penting karena bagian hulu Sungai Kalorkoran memiliki tingkat kerawanan yang dapat berdampak langsung terhadap kawasan di sekitarnya.

Bagi masyarakat, pembangunan bronjong bukan sekadar proyek infrastruktur. Keberadaannya diharapkan mampu mengurangi risiko kerusakan akibat banjir sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai.

Warga Bisa Ikut Bekerja

Selain membawa kabar pembangunan infrastruktur, sosialisasi tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. H. Yoyok menyampaikan bahwa warga setempat dapat mendaftarkan diri untuk terlibat dalam pekerjaan pembangunan bronjong.

Kesempatan tersebut terbuka untuk tenaga kerja lapangan maupun pendamping, sesuai kebutuhan pekerjaan.

“Kalau tenaga kasar kan tidak ada syarat khusus, kalau tenaga ahli ada syarat tertentu. Sehingga, rekrutmen pekerja lebih besar yang tenaga kasar,” ujar mantan Wakil Bupati Situbondo tersebut.

Informasi itu disambut sebagai peluang bagi warga sekitar untuk mendapatkan pekerjaan selama pembangunan berlangsung. Dengan melibatkan masyarakat lokal, manfaat pembangunan diharapkan tidak hanya dirasakan dari sisi infrastruktur, tetapi juga ekonomi.

Dalam pertemuan tersebut, warga juga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan persoalan lain. Sejumlah warga mengusulkan agar beberapa titik sungai yang mengalami kerusakan turut mendapat perhatian pemerintah.

Usulan tersebut ditampung untuk kemudian diajukan kembali kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurut H. Yoyok, pembangunan yang diprioritaskan saat ini berada di bagian hulu Sungai Kalorkoran. Pertimbangannya berkaitan dengan tingkat risiko terhadap permukiman dan area pemakaman warga.

“Untuk sungai yang mau dikerjakan saat ini adalah sungai bagian hulu, karena sangat berbahaya bagi pemukiman warga dan kuburan. Kalau usulan pembangunan di bagian hilir masih kita lihat, apakah masih ada anggaran yang bisa dialokasikan ke pembangunan bronjong tersebut,” tegasnya.

Minta Warga Ikut Mengawasi

H. Yoyok berharap pembangunan bronjong yang telah lama dinantikan masyarakat dapat berjalan dengan baik. Namun, pekerjaan pemerintah tidak berhenti ketika konstruksi selesai.

Masyarakat diminta ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan sekaligus menjaga infrastruktur yang nantinya telah dibangun.

Menurut dia, keterlibatan warga penting agar bronjong tidak kembali rusak atau tidak terawat setelah proyek selesai. Jika muncul persoalan, masyarakat diharapkan menyampaikannya melalui komunikasi yang baik.

“Harapan saya pada warga, proyek yang sudah lama diharapkan harus dijaga. Dipelihara dengan baik. Jika memang ada masalah dibicarakan dengan baik,” pungkas H. Yoyok.

Dengan pembangunan bronjong tersebut, warga Sumberwaru kini memiliki harapan baru. Bukan hanya agar tebing Sungai Kalorkoran lebih kuat menghadapi derasnya aliran air, tetapi juga supaya ancaman banjir yang selama ini menghantui permukiman dan area pemakaman dapat ditekan. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
Bronjong Kalorkoran Sungai Kalorkoran Banjir Banyuputih Sumberwaru Banyuputih dprd jatim