RADARSITUBONDO.ID - Perayaan ulang tahun biasanya identik dengan pesta dan kemeriahan. Namun, Himpunan Bengkel Situbondo (HBSI) memilih cara berbeda. Di usia yang baru menginjak dua tahun, komunitas tersebut justru menyiapkan hadiah untuk masyarakat: servis gratis ambulans desa se-Kabupaten Situbondo.
Komitmen itu disampaikan saat peringatan HUT ke-2 HBSI yang digelar di Bengkel Generasi Nikmat Motor (GNM), Dusun Krajan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Minggu (9/8). Perayaan diisi dengan pemotongan tumpeng sekaligus menjadi momentum memperkuat solidaritas antaranggota.
Ketua HBSI Situbondo Andy Subagyo mengatakan, sejak awal HBSI dibentuk bukan hanya sebagai wadah berkumpul para pemilik dan pekerja bengkel. Komunitas tersebut juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Tidak terasa umur HBSI sudah dua tahun. Saat ini kami merayakan dengan potong tumpeng. Selanjutnya, kami juga akan memberikan pelayanan gratis berupa servis mobil ambulans desa se-Kabupaten Situbondo,” tegas Andy.
Menurut Andy, program servis gratis tersebut merupakan bentuk kontribusi komunitas bengkel terhadap masyarakat. Ambulans desa memiliki peran penting dalam pelayanan warga, terutama ketika harus membawa pasien menuju fasilitas kesehatan.
Karena itu, kondisi kendaraan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Melalui program tersebut, HBSI ingin membantu memastikan ambulans desa tetap dalam kondisi layak digunakan.
Tak Perlu ke Luar Kabupaten
Di balik program sosial tersebut, HBSI juga ingin mengubah pandangan masyarakat mengenai kualitas bengkel lokal. Andy menyebut, Situbondo memiliki banyak bengkel yang dikelola secara profesional.
Dia memastikan anggota HBSI berupaya menerapkan standar pekerjaan yang jelas, transparan dalam pelayanan, serta bertanggung jawab terhadap hasil pengerjaan.
“Kami ingin memperkenalkan bahwa Situbondo juga memiliki puluhan bengkel yang profesional, transparan, jujur, dan bertanggung jawab. Pekerjaannya juga sesuai dengan SOP, sama dengan bengkel resmi,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat Situbondo tidak perlu selalu pergi ke luar daerah hanya untuk mendapatkan layanan perawatan dan perbaikan kendaraan.
“Di Situbondo ini banyak bengkel profesional, jadi warga Situbondo tidak perlu ke luar kabupaten. Kalau dari luar kabupaten mau datang ya monggo,” tegas Andy.
Saat ini, HBSI telah memiliki 18 anggota bengkel yang tersebar di wilayah timur hingga barat Kabupaten Situbondo. Keberadaan komunitas tersebut diharapkan semakin memperkuat jaringan pelaku usaha bengkel lokal.
Satukan Kekuatan Bengkel Lokal
Bagi HBSI, bergabung dalam satu wadah bukan berarti setiap bengkel harus kehilangan identitasnya. Sebaliknya, komunitas tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, berbagi pengetahuan, serta saling membantu ketika menghadapi persoalan teknis maupun usaha.
Andy mengatakan setiap bengkel memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika pengalaman dan kemampuan tersebut disatukan, kekuatan yang dihasilkan akan jauh lebih besar.
“Jargon kami, bersama kita kuat, bersatu kita hebat. Biasanya salah satu di antara kita punya kelebihan dan kekurangan. Kalau sudah dipadukan bisa sama-sama kuat,” pungkas Andy.
Dengan usia yang baru dua tahun, HBSI mencoba menunjukkan bahwa komunitas usaha tidak harus berhenti pada kepentingan bisnis. Dari bengkel-bengkel lokal, mereka ingin ikut memberi manfaat langsung kepada masyarakat melalui program servis gratis ambulans desa.
Langkah tersebut sekaligus menjadi cara HBSI memperkenalkan potensi tenaga dan jasa bengkel lokal Situbondo kepada masyarakat luas. (hum/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo