Kresek Bekas Disulap Jadi Busana Merah Putih, Lansia di Situbondo Raup hingga Rp500 Ribu

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 20:20 WIB
MOMEN KEMERDEKAAN: Sejumlah wanita lansia sibuk membuat busana dari kresek bekas di bank sampah yang ada di Desa Ardirejo, Kecamatan/Kota Situbondo, Senin (10/8). (HUMAIDI/JPRS)
MOMEN KEMERDEKAAN: Sejumlah wanita lansia sibuk membuat busana dari kresek bekas di bank sampah yang ada di Desa Ardirejo, Kecamatan/Kota Situbondo, Senin (10/8). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Tumpukan kantong plastik yang biasanya berakhir di tempat sampah, justru berubah menjadi sumber penghasilan bagi belasan lansia di Desa Ardirejo, Kecamatan/Kota Situbondo. Memanfaatkan momentum bulan kemerdekaan, mereka menyulap kresek bekas menjadi busana bernuansa merah putih yang bisa dijual hingga Rp 500 ribu.

Senin (10/8), suasana di sebuah rumah sederhana yang menjadi aktivitas bank sampah tampak berbeda. Belasan ibu rumah tangga lanjut usia berkumpul dan sibuk dengan kresek berwarna merah dan putih.

Tangan mereka cekatan melipat, merangkai, kemudian menyusun potongan plastik bekas menjadi berbagai ornamen. Ada yang dibentuk menyerupai bunga, ada pula yang dirangkai menjadi bagian dari busana bertema kemerdekaan.

Bahan bakunya bukan plastik baru. Seluruhnya berasal dari kresek bekas yang dikumpulkan warga melalui bank sampah.

“Ini semua adalah kresek bekas yang dikumpulkan oleh warga ke bank sampah. Karena sekarang bulan kemerdekaan, maka kami membuat busana yang bernuansa kemerdekaan,” ujar Suswani, salah seorang lansia yang ikut mengerjakan pesanan tersebut.

Di tangan para lansia, limbah plastik yang tak lagi bernilai guna mendapatkan kehidupan kedua. Setelah melalui proses pemilahan, pelipatan, hingga perakitan, kresek bekas tersebut berubah menjadi busana unik yang memiliki nilai jual.

Harganya pun cukup mengejutkan. Busana berbahan plastik daur ulang itu dibanderol mulai Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu per buah.

“Kalau pembuatannya gampang, harganya Rp 200 ribu. Kalau proses pembuatannya sulit, dibanderol Rp 500 ribu,” imbuh Suswani sembari melipat ornamen busana kemerdekaan.

Pesanan Datang, Lansia Ikut Kebagian Rezeki

Pegiat sampah plastik di Ardirejo, Rini Yuli Astutik, mengatakan kreasi tersebut bermula dari adanya pesanan warga yang menginginkan busana unik berbahan plastik.

Pesanan yang masuk cukup banyak. Kondisi itu kemudian dimanfaatkan Rini untuk melibatkan para lansia yang selama ini menjadi pemasok tetap bank sampah.

“Para lansia ini adalah pemasok tetap bank sampah di tempat kami. Jadi saat ini dikumpulkan untuk mengerjakan pesanan,” kata Rini.

Keterlibatan para lansia memberikan dua manfaat sekaligus. Selain membantu mengurangi timbulan sampah plastik, kegiatan tersebut juga memberi tambahan penghasilan bagi mereka.

Bagi para lansia, aktivitas tersebut bukan sekadar mengisi waktu luang. Mereka bisa tetap produktif, berkumpul bersama, sekaligus mendapatkan penghasilan dari keterampilan sederhana yang dikerjakan secara bersama-sama.

Rini berharap kegiatan serupa terus berkembang. Sebab, semakin banyak kresek bekas yang dimanfaatkan, semakin sedikit pula sampah plastik yang berakhir di lingkungan.

“Lumayan hasilnya bisa buat nambah kebutuhan hidup para lansia. Cara ini juga menjadi cara mengurangi sampah,” pungkas Rini. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
bank sampah Situbondo kresek bekas busana daur ulang lansia Situbondo Ardirejo Situbondo