RADARSITUBONDO.ID - Saham GGRM atau PT Gudang Garam Tbk ditutup melemah 1,08 persen pada perdagangan Selasa (11/8/2026) ke level Rp20.525 per saham. Koreksi sebesar Rp225 terjadi di tengah tekanan yang juga melanda sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia.
Meski bergerak di zona merah, posisi saham Gudang Garam masih relatif kuat jika dibandingkan dengan pergerakannya dalam satu tahun terakhir. Harga saat ini berada tidak jauh dari level tertinggi 52 minggu yang tercatat di Rp21.825 per saham.
Data finance per 11 Agustus 2026 pukul 15:19 WIB menunjukkan volume perdagangan GGRM mencapai sekitar 1,80 juta saham, lebih tinggi dibanding rata-rata volume harian yang berada di kisaran 1,58 juta saham. Kondisi ini menandakan aktivitas transaksi masih cukup tinggi meskipun harga mengalami penurunan.
Ringkasan Pergerakan Saham GGRM
Berikut data perdagangan GGRM pada Selasa (11/8/2026):
- Harga terakhir: Rp20.525
- Perubahan harian: turun 1,08 persen
- Penurunan nominal: Rp225
- Harga pembukaan: Rp20.750
- Harga tertinggi: Rp21.050
- Harga terendah: Rp20.450
- Volume perdagangan: 1,80 juta saham
- Kapitalisasi pasar: Rp39,44 triliun
Pergerakan intraday menunjukkan tekanan jual meningkat setelah sesi istirahat siang. Saham sempat bertahan di atas Rp20.800 sebelum akhirnya turun menuju area Rp20.500.
Masih Dekat dengan Puncak Harga Setahun
Meski terkoreksi, posisi GGRM saat ini masih jauh lebih baik dibanding titik terendah 52 minggu yang berada di Rp8.300 per saham. Rentang harga selama setahun terakhir menunjukkan:
- Tertinggi 52 minggu: Rp21.825
- Terendah 52 minggu: Rp8.300
- Harga saat ini: Rp20.525
Artinya, saham Gudang Garam masih berada sekitar 94 persen dari level tertinggi tahunannya. Kondisi tersebut menunjukkan pemulihan harga yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Aspek ini menarik karena koreksi harian sebesar 1 persen belum mengubah tren kenaikan jangka menengah yang telah terbentuk sejak awal tahun.
Valuasi GGRM Masih Relatif Murah
Salah satu data yang cukup menarik adalah rasio Price to Earnings (P/E) GGRM yang berada di level 8,94 kali.
Dalam dunia investasi, rasio P/E di bawah 10 kali sering menjadi indikator bahwa suatu saham diperdagangkan pada valuasi yang relatif rendah dibanding laba yang dihasilkan perusahaan. Data fundamental lain yang tercatat meliputi:
- EPS: Rp2.295
- Jumlah saham beredar: 1,92 miliar lembar
- Jumlah karyawan: sekitar 21 ribu orang
Valuasi yang masih rendah menjadi salah satu alasan mengapa saham GGRM tetap masuk radar investor meskipun sektor rokok menghadapi berbagai tantangan, termasuk kenaikan cukai dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Dividen Tetap Menjadi Daya Tarik
Sudut pandang yang sering luput dari perhatian adalah kontribusi dividen terhadap total keuntungan investor. Gudang Garam tercatat memiliki:
- Dividend yield: 3,90 persen
- Dividen kuartalan: Rp200 per saham
- Tanggal ex-dividend: 2 Juli 2026
Yield hampir 4 persen tergolong kompetitif dibandingkan deposito perbankan setelah pajak. Bagi investor yang fokus pada pendapatan pasif, faktor ini menjadi salah satu pertimbangan penting selain potensi kenaikan harga saham.
Prospek Saham Gudang Garam
Secara teknikal, posisi GGRM masih berada dekat area tertinggi tahunan sehingga tren pemulihan belum sepenuhnya berubah. Sementara dari sisi fundamental, perusahaan masih didukung oleh:
- Kapitalisasi pasar besar
- Valuasi P/E yang relatif rendah
- Pembagian dividen yang konsisten
- Posisi harga yang jauh di atas level terendah tahunan
Namun investor tetap perlu mencermati perkembangan industri rokok nasional, kebijakan cukai, serta daya beli masyarakat yang dapat memengaruhi kinerja emiten dalam jangka panjang.
Editor : Agung SedanaSumber : IDX, Google finance, yahoo finance