RADARSITUBONDO.ID – Euforia berburu pakaian thrift di Situbondo Market Festival di Gedung Olahraga (GOR) Serbaguna Situbondo terus menarik perhatian warga. Namun, di tengah ramainya event yang berlangsung 7–14 Agustus 2026 itu, muncul keluhan soal pungutan parkir Rp3 ribu.
Sejumlah pengunjung mempertanyakan tarif tersebut lantaran dinilai lebih mahal dibandingkan parkir di sejumlah pusat perbelanjaan di Situbondo. Persoalan kian menjadi sorotan karena petugas yang menarik pungutan disebut tidak mengenakan seragam maupun atribut parkir yang jelas.
Salah seorang pengunjung, MS, mengaku kaget ketika baru memasuki area event pada Selasa (11/8) malam. Dia langsung diminta membayar Rp3 ribu untuk parkir.
”Saya kaget ketika baru masuk gerbang langsung disuruh bayar parkir Rp3 ribu. Kejadian itu Selasa (11/8) malam, ada dua orang yang jaga,” kata MS, Rabu (12/8).
Menurut dia, nominal tersebut lebih tinggi dibandingkan tarif parkir di sejumlah pusat perbelanjaan. MS membandingkan dengan Roxy Situbondo yang disebut mematok sekitar Rp1.000 dan KDS Situbondo Rp2.000.
”Roxy Situbondo saja parkir Rp1 ribu, KDS Situbondo Rp2 ribu. Ini lebih mahal. Bukan soal nominal, tapi aneh, pungutan itu atas dasar apa?” tegasnya.
MS mengakui, keberadaan market festival tersebut cukup menarik perhatian. Berbagai pakaian bermerek, baik bekas maupun baru, ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau.
”Barangnya brand, ada yang bekas dan ada juga yang baru. Thrift ini hanya event dari Surabaya, makanya banyak sekali pengunjung karena ini kesempatan,” ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan pengunjung lainnya, Irfan. Dia mempertanyakan pungutan parkir yang dilakukan secara tiba-tiba, terlebih tidak terlihat atribut yang menunjukkan secara jelas pihak pengelola parkir.
”Tidak ada atribut parkir yang digunakan, resmi atau tidak, saya tidak tahu,” ujarnya.
Persoalan parkir juga dikaitkan dengan keamanan kendaraan dan barang pengunjung. Irfan mengaku helm milik temannya hilang ketika event baru dibuka, meski kendaraan telah diparkir dan biaya parkir sudah dibayarkan.
”Helm teman saya juga hilang di sini saat event baru dibuka, padahal sudah bayar parkir,” katanya.
Sementara itu, Jawa Pos Radar Situbondo berupaya meminta penjelasan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Situbondo Nugroho mengenai izin pemungutan parkir serta pihak yang memberikan kewenangan kepada pengelola parkir di lokasi event.
Namun, Nugroho meminta persoalan tersebut dikonfirmasi langsung kepada panitia penyelenggara.
”Langsung konfirmasi ke panitia,” singkatnya.
Dengan demikian, dasar penarikan tarif parkir Rp3 ribu di area Situbondo Market Festival serta pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaannya masih menjadi pertanyaan pengunjung. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo