Darah Rendah Diduga Kambuh, Nelayan 62 Tahun Tewas Saat Menjaring Ikan

Moh Humaidi Hidayatullah • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:15 WIB
BERDUKA: Anggota Satpolairud Polres Situbondo mengunjungi rumah duka, alm. Mattasin, 62, warga Kampung Gedang, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Jangkar, Selasa lalu (11/8). (HUMAIDI/JPRS)
BERDUKA: Anggota Satpolairud Polres Situbondo mengunjungi rumah duka, alm. Mattasin, 62, warga Kampung Gedang, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Jangkar, Selasa lalu (11/8). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Niat Mattasin, 62, warga Kampung Gedang, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Jangkar, untuk menjaring ikan bersama istrinya berakhir tragis. Nelayan tersebut ditemukan tak sadarkan diri setelah terjatuh ke tengah laut dan akhirnya meninggal dunia, Selasa (11/8).

Mattasin diduga terjatuh setelah penyakit darah rendah yang dideritanya kambuh ketika sedang menjaring ikan. Ironisnya, sebelum berangkat melaut, korban sempat mengeluhkan pusing kepada keluarganya.

Kasatpolairud Polres Situbondo AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan, Mattasin memang dikenal gemar menjaring ikan. Pada Selasa sekitar pukul 10.00, korban berangkat ke perairan Jangkar bersama istrinya, Khatijah.

Sekitar pukul 13.00, musibah terjadi. Mattasin tiba-tiba terjatuh ke tengah laut saat sedang menjaring ikan.

”Sekitar pukul 13.00 Mattasin terjatuh. Dia jatuh diduga kuat akibat penyakit darah rendahnya kambuh saat menjaring,” ujar AKP Gede, Rabu (12/8).

Khatijah yang melihat suaminya tenggelam langsung berusaha menolong. Namun, dia kesulitan mengangkat tubuh korban sehingga hanya bagian kepala yang berhasil ditarik ke permukaan.

Sambil berteriak meminta pertolongan, sang istri berusaha membawa korban hingga ke bibir pantai. Tak lama kemudian, keluarga korban datang menggunakan pikap untuk membawa Mattasin.

Namun, kondisi korban sudah tidak merespons ketika berada di atas kendaraan.

”Begitu di atas pikap, Mattasin diajak bicara oleh keluarganya, namun tidak merespons. Ternyata dinyatakan meninggal di atas pikap,” kata AKP Gede.

Petugas sempat menyarankan agar jenazah menjalani autopsi untuk memastikan penyebab kematian. Namun, pihak keluarga menolak. Keluarga menyampaikan bahwa korban memang memiliki riwayat darah rendah yang kerap kambuh.

Menurut AKP Gede, kondisi korban sebelum berangkat juga menjadi perhatian. Mattasin sempat mengeluhkan pusing, tetapi tetap memilih pergi menjaring ikan bersama istrinya.

”Sebelum berangkat menjaring, korban memang sempat mengeluh pusing. Namun tetap memaksa menjaring ikan,” pungkas AKP Gede. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo
nelayan Jangkar perairan Jangkar Mattasin meninggal Nelayan tewas polres situbondo