RADARSITUBONDO.ID – Suasana haru menyelimuti SMAN 2 Situbondo, Kamis (13/8). Lebih dari seribu siswa berbaris menyambut Mat Asin, pejuang kemerdekaan sekaligus Ketua Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) Situbondo yang kini berusia 108 tahun.
Kedatangan sosok yang menjadi saksi hidup perjuangan kemerdekaan itu merupakan bagian dari kegiatan “SMADA PRIMA Sowan Pahlawan”. Agenda tersebut digelar menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI untuk menanamkan nasionalisme sekaligus mendekatkan siswa dengan pelaku sejarah.
Bendera Merah Putih dikibarkan di sepanjang koridor sekolah. Para siswa dan guru juga menyanyikan lagu Maju Tak Gentar dengan penuh semangat saat rombongan Mat Asin tiba di lingkungan sekolah sekitar pukul 12.45 WIB.
Momen haru terjadi ketika Mat Asin turun dari kendaraan. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) SMADA PRIMA langsung memberikan penghormatan kepada veteran tersebut.
Kepala SMAN 2 Situbondo, Nikmatil Hasanah, MPd, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya mempelajari sejarah melalui buku, tetapi juga bertemu langsung dengan sosok yang mengalami masa perjuangan.
“Semangat perjuangan harus terus diwariskan kepada generasi muda. Bentuk perjuangan hari ini adalah belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, menjaga persatuan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” katanya.
Menurut Nikmatil, perjuangan generasi muda saat ini memiliki bentuk berbeda. Jika para pejuang dahulu mempertaruhkan tenaga dan keberanian di medan perjuangan, pelajar dapat mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, prestasi, kedisiplinan, serta kontribusi positif bagi masyarakat.
Sebagai bentuk penghormatan, keluarga besar SMADA PRIMA mengalungkan bunga kepada Mat Asin. Penghormatan itu menjadi simbol apresiasi atas pengorbanan dan dedikasinya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Semangat pantang menyerah beliau adalah pelajaran berharga yang tidak bisa kami dapatkan hanya dari buku teks,” tegas Nikmatil.
Tak hanya memberikan penghormatan, SMADA PRIMA juga menyerahkan tali asih berupa satu unit mesin cuci. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan pekerjaan keluarga Mat Asin di usia senjanya.
Setelah seremoni penyambutan, Mat Asin dibawa menuju Ruang Podcast SMADA PRIMA. Di tempat itu, para siswa berkesempatan mendengarkan langsung kisah perjuangannya, mulai dari pengalaman bergerilya, suka duka di medan pertempuran, hingga pentingnya mempertahankan kedaulatan bangsa.
Bagi siswa, pertemuan tersebut menjadi pengalaman yang sulit ditemukan dalam pembelajaran di kelas. Mereka dapat menyimak sejarah secara langsung dari seseorang yang mengalami masa perjuangan.
Nikmatil menyebut interaksi tersebut sekaligus menjadi jembatan antara generasi muda dengan sejarah bangsa. Siswa diharapkan mampu mengambil nilai ketulusan, keberanian, pantang menyerah, dan cinta tanah air dari kisah Mat Asin.
“Melalui interaksi langsung dengan pelaku sejarah seperti Bapak Mat Asin, siswa-siswi SMADA PRIMA diharapkan mampu meneladani nilai-nilai pantang menyerah, ketulusan, dan rasa cinta tanah air untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam mengisi kemerdekaan saat ini,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan mengantar Mat Asin kembali ke kediamannya. Bagi SMADA PRIMA, “Sowan Pahlawan” bukan sekadar seremoni menjelang HUT RI, melainkan upaya menjaga ingatan generasi muda agar tidak tercerabut dari sejarah perjuangan bangsa. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo