RADARSITUBONDO.ID – Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Situbondo (Harjakasi) tak hanya diwarnai seremoni. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Situbondo memilih mengisinya dengan aksi sosial. Sebanyak sekitar 250 anak yatim dan kaum dhuafa menjadi sasaran santunan yang digelar secara road show di tiga wilayah.
Rangkaian santunan dimulai di Aula SBSN MAN 1 Situbondo, Rabu (12/8), untuk penerima dari wilayah barat. Kegiatan berlanjut di MAN 2 Situbondo, Kamis (13/8), dengan menyasar wilayah tengah. Sementara penutup kegiatan akan digelar di MTsN 3 Situbondo untuk wilayah timur.
Kepala Kemenag Situbondo Muhammad Mudhofar mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian keluarga besar Kemenag bersama sejumlah stakeholder terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Untuk di MAN 1 Situbondo, wilayah barat sebanyak 40 anak yatim dan kaum dhuafa menerima santunan. Sedangkan di MAN 2 Situbondo, sebanyak 70 anak yatim dan kaum dhuafa yang menerima santunan,” kata Mudhofar.
Menurut dia, total penerima dalam rangkaian road show tersebut ditargetkan mencapai sekitar 250 orang. Kemenag berharap jumlah penerima santunan dapat terus meningkat pada momentum berikutnya sehingga dana yang disisihkan para ASN Kemenag benar-benar memberikan manfaat lebih luas.
Program sosial tersebut terlaksana melalui kolaborasi UPZ Kemenag Situbondo, BAZNAS, YDSF, dan FOZ Situbondo. Sinergi dengan sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) itu dinilai penting untuk memperluas jangkauan kepedulian sosial.
Namun, bagi Mudhofar, santunan bukan sekadar bantuan materi. Ada pesan lebih besar yang ingin ditanamkan kepada para penerima, khususnya anak-anak yang masih mengenyam pendidikan.
Dia meminta anak yatim dan dhuafa tidak minder dengan kondisi yang dihadapi saat ini. Justru, keterbatasan harus dijadikan pemantik untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.
“Anak-anak semua jangan pernah merasa kecil hati hanya karena hari ini menerima bantuan. Bantuan ini bukan tanda bahwa kalian lemah, tetapi tanda bahwa ada banyak orang yang peduli dan ingin melihat kalian tumbuh menjadi orang-orang hebat,” tegasnya.
Mudhofar mengingatkan, kondisi hari ini tidak boleh menjadi batas dalam menentukan masa depan. Para penerima santunan diminta tetap bersekolah, rajin belajar, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah.
“Jangan jadikan keadaan hari ini sebagai batas untuk menentukan masa depan. Tetap sekolah, rajin belajar, dan jangan mudah menyerah. Bisa jadi apa yang kalian terima hari ini tidak besar nilainya, tetapi semoga menjadi penyambung harapan dan penyemangat untuk terus melangkah,” ujarnya.
Lebih jauh, dia berharap kebaikan yang diterima para penerima santunan tidak berhenti pada satu generasi. Ketika kelak memiliki kemampuan, mereka diharapkan dapat berdiri di posisi yang sama untuk membantu orang lain.
“Hari ini mungkin kalian yang menerima. Insyaallah, suatu saat nanti kalian yang akan berdiri di tempat ini untuk membantu orang lain. Karena kebaikan itu tidak boleh berhenti pada kita, tetapi harus terus mengalir kepada sesama,” katanya. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo