SITUBONDO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah terus digenjot di wilayah Sekarkijang. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo menggelar Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (SAMARA) 2026.
Kegiatan yang menjadi rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) itu berlangsung 14–15 Agustus 2026. Sejumlah agenda dipusatkan di Alun-Alun Situbondo dan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Iqbal Reza Nugraha mengatakan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. BI Jember sendiri memiliki wilayah kerja yang mencakup Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang. (Bank Indonesia)
SAMARA 2026 mengusung tema ’’Akselerasi Ekosistem Halal Menuju Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia’’. Beragam agenda disiapkan untuk memperkuat ekosistem halal. Mulai showcase produk UMKM, literasi ekonomi dan keuangan syariah, sertifikasi halal, akses pembiayaan, hingga digitalisasi transaksi melalui QRIS.
Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar. Pada 2025, sektor halal value chain (HVC) Indonesia tumbuh 6,2 persen secara tahunan dan berkontribusi 27 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Sementara itu, Indeks Literasi Ekonomi Syariah Indonesia mencapai 50,18 persen.
Rangkaian SAMARA 2026 diawali showcase produk UMKM binaan dan mitra binaan di Alun-Alun Situbondo pada 14–15 Agustus. Ajang tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas akses pasar.
Pengunjung juga bisa menjajal langsung transaksi digital melalui QRIS Experience. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan semakin memperluas pemanfaatan pembayaran digital di tengah masyarakat dan pelaku UMKM.
Pada 15 Agustus, rangkaian kegiatan berlanjut dengan Seminar Nasional bertema ’’Akselerasi Ekosistem Halal Menuju Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia’’ di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.
Seminar tersebut membahas peran strategis pesantren, generasi muda, pelaku usaha, industri keuangan syariah, serta pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat rantai nilai halal dan kemandirian ekonomi umat.
Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir. K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy menjadi keynote speaker. Sementara K.H. Afifudin, Rifki Ismal selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, serta Greget Kalla Buana selaku Vice President BSI dijadwalkan menjadi narasumber.
Usai seminar, agenda dilanjutkan dengan Grand Final Lomba DAI – Dakwah Ekonomi Syariah 2026 dan peragaan busana (fashion show). Keduanya menjadi sarana kreatif untuk memperluas literasi ekonomi syariah sekaligus mengenalkan gaya hidup halal kepada generasi muda.
Malam harinya, rangkaian SAMARA 2026 berlanjut di Alun-Alun Situbondo. Agenda seremoni pencapaian diisi penyerahan sertifikat kepada juru sembelih halal (Juleha), rumah potong unggas/rumah potong hewan (RPU/RPH), serta UMKM.
Hasil business matching pembiayaan juga akan disampaikan dalam agenda tersebut. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan Tabligh Akbar bersama K.H.R. Moh. Kholil As’ad Syamsul Arifin.
Melalui SAMARA 2026, KPwBI Jember dan Pemkab Situbondo memperkuat kolaborasi untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang semakin inklusif. Pesantren, santri, UMKM, industri keuangan, generasi muda, dan masyarakat luas didorong mengambil peran dalam memperkuat rantai nilai halal.
Bagi BI Jember, penguatan ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan produk halal, tetapi juga menyangkut penguatan UMKM, pembiayaan, literasi, digitalisasi, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren. (*)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo