RADARSITUBONDO.ID - Malam di Situbondo kini punya tempat baru untuk bersantai. Dari kejauhan terdengar debur ombak, angin laut menerpa lembut, dan lampu-lampu gantung klasik menyala temaram. Di sinilah Beach Cafe berdiri, tepat di bibir pantai yang diapit hutan mangrove.
Kalau datang saat malam hari, pengunjung bisa menikmati suasana bibir pantai Beach Forest. Sebab saat ngopi malam di Beach Cafe, secara otomatis bisa masuk ke kawasan wisata Beach Forest tanpa harus membayar tiket.
"Ngopi di cafe kami suasananya nyaman dan tenang. Desainnya klasik, sajiannya klasik, kopinya juga ciri khas klasik. Mau datang siang dan malam suasananya tetap sejuk," kata Abah Sulaiman, CEO Beach Forest, pada Jawa Pos Radar Situbondo, Jumat (14/8).
Kalau datang saat malam hari suasananya berbeda. Ombak terdengar lebih jelas, lampu kuning memantul di pasir, dan sesekali terdengar suara jangkrik dari hutan di belakang cafe. Cocok untuk yang ingin lepas dari hiruk pikuk kota.
“Ngopi malam maupun ngopi siang kami pastikan nyaman. Tapi lebih panjang kan di waktu malam,” cetus Sulaiman.
Abah Sulaiman menegaskan, konsep yang diusung memang sengaja dibuat jadul. Bangunan cafe terbuat dari kayu, tempat duduk dan bangkunya juga kayu. Yang menarik, cafe berada di bawah pohon rindang.
“Lesehan outdoor menghadap langsung ke laut, atau duduk indoor dan pemandangan rimbunnya mangrove,” tutur abah Sulaiman.
Cafe yang terletak di pinggir pantai, Jl. Raya Pasir Putih, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, bukan hanya soal kopi. Di area yang sama tersedia fasilitas tiga unit vila bagi wisatawan yang ingin bermalam. Bangun tidur, langsung bisa lihat matahari terbit dari pantai.
"Target kami orang yang mau ngopi, makan, sekaligus nginep. Bangun pagi tinggal jalan ke pantai," ujar Abah Sulaiman.
Soal menu, beach cafe mengandalkan kopi tubruk. Arabika dan Robusta disajikan dengan dua gaya, tubruk dan saring. Harganya mulai Rp 13 ribu. Ada juga Kopi Susu Klasik dan Es Kopi Susu untuk yang suka rasa lebih ringan.
Pelengkapnya camilan tradisional yang jarang ditemui di cafe modern. Mulai kacang rebus, edamame, jagung rebus, kentang goreng. Bahkan akan hadir klepon yang merupakan makanan tradisional.
Untuk menu berat ada Bakso Sayur, Bakso Seafood, hingga Nasi Goreng Beach Forest.
“Semua yang menyajikan sudah dibekali pelatihan khusus. Tim hanya terdiri dari 1 manager dan 2 tim cafe, tapi geraknya insyallah tidak bakal mengecewakan,” pungkas abah Sulaiman. (hum/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo