RADARSITUBONDO.ID – Di era saat ini, warung makan, restoran dan tempat nongkrong, bagi kalangan anak muda semakin sulit dibedakan. Jika dahulu warung makan hanya identik sebagai tempat untuk menyantap makanan, kini tempat makan juga dituntut mampu menjadi ruang berkumpul dan beraktivitas.
Konsep tersebut yang coba dihadirkan Arurasa, sebuah restro yang ada di Jalan Melati, Desa Curahjeru, Kecamatan Panji, Situbondo. Selain menyajikan berbagai menu makanan, tempat tersebut juga menawarkan suasana yang nyaman bagi anak muda untuk nongkrong, bersantai, maupun melakukan berbagai aktivitas.
“Setiap daerah tentu memiliki perbedaan, apalagi dalam dunia cita rasa maupun tempat nongkrong santai sambil makan. Di Situbondo, orang yang datang ke warung atau kafe itu cenderung orang-orang yang sama. Karena itu, kami mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda,” kata Dandy Bachtiar Hidayat, Owner Arurasa, Jumat (14/8).
Menurut dia, tempat nongkrong yang identik dengan cafe sudah banyak. Begitu pula dengan rumah makan. Namun, dokter muda itu ingin menghadirkan konsep rumah makan yang sekaligus bisa menjadi tempat nongkrong dengan suasana ala restoran.
“Makan tetap menjadi kebutuhan ketika lapar. Tetapi, bagaimana rumah makan ini juga bisa menjadi tempat nongkrong dengan konsep ala restoran. Tempat kami desain agar lebih nyaman bagi siapa saja dengan ruangan ber-AC,” imbuhnya.
Dandy mengungkapkan, dari sisi menu, Arurasa berkomitmen menghadirkan berbagai sajian terbaik dengan mengangkat cita rasa khas Situbondo yang dipadukan dengan konsep kekinian. Selain itu, pihaknya juga mencoba mengolah berbagai makanan dari luar daerah menjadi menu dengan cita rasa baru yang disesuaikan dengan lidah masyarakat Situbondo.
“Artinya, mungkin ada menu yang belum familiar bagi lidah orang sini. Namun, kami mencoba memperkenalkannya, seperti pither bholend yang sausnya kami racik sendiri,” bebernya.
Dandy menargetkan Arurasa dapat menjadi tempat makan dengan konsep restoran yang memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat, khususnya kalangan menengah ke atas. Namun, pihaknya tetap membuka kesempatan bagi masyarakat dari berbagai kalangan untuk menikmati sajian yang tersedia.
Dia menyebut, salah satu tantangan dalam mengembangkan usaha kuliner di Situbondo adalah daya beli masyarakat yang dinilai masih lebih rendah dibandingkan sejumlah daerah di luar kota. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan keinginannya untuk menghadirkan tempat makan dengan konsep yang berbeda.
Menurut Dandy, Dalam era satu tahun belakangan ini bisnis kuliner FNB di Situbondo berkembang pesat. Mulai banyak bermunculan beberapa cafe estetik, resto dan rumah makan minimalis yang menjual sajian sajian khas nya masing masing dengan segmentasinya masing masing.
"Saya opitimis dorongan ini akan meningkatkan daya beli masyarakat karena masyarakat akan memiliki lebih banyak pilihan baru tempat makan atau nongkrong sehingga harapannya semakin kuat daya belinya akan meningkatkan perekonomian masyarakatnya," imbuhnya.
Dandy menambahkan, Arurasa telah beroperasi kurang lebih selama satu bulan. Saat ini, pihaknya mempekerjakan sekitar 15 karyawan yang bekerja secara bergantian atau sistem shift. Arurasa mulai buka pukul 10.00 dan tutup pukul 22.00.
“Kami berharap hadirnya warung makan dengan konsep restoran baru di Situbondo ini bisa memberikan sesuatu yang baru dan spesial bagi masyarakat. Tentunya, kami berharap Situbondo terus berkembang, termasuk dari sisi cita rasa dan tempat-tempat makannya,” pungkasnya.
Dandy berpesan kepada anak muda yang punya usaha FNB di Situbondo untuk tidak takut menaikkan harga jual. “Kualitas FNB kita tidak kalah dengan yang ada di kota besar baik resto dan cafe. Sudah saatnya untuk meningkatkan daya jual masyarakat situbondo agar tenaga kerja situbondo juga memiliki kualitas baik dan pendapatan yang layak,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo