RADARSITUBONDO.ID – Deretan anak usia 4 hingga 15 tahun meluncur di atas sepatu roda setiap pekan. Bukan sekadar bermain, mereka tengah ditempa menjadi calon atlet melalui NEBS Academy, wadah pembinaan sepatu roda yang kini menaungi 35 anak di Situbondo.
New Evolution Blades Situbondo (NEBS) sendiri telah berdiri sejak 3 Februari 2013. Setelah lebih dari satu dekade menjadi komunitas pecinta sepatu roda, NEBS mulai mengembangkan akademi khusus untuk pembinaan atlet secara berkelanjutan sejak Juni 2026.
NEBS Academy kini menjadi tempat latihan sekaligus pengembangan bakat bagi anak-anak yang memiliki minat terhadap olahraga sepatu roda. Latihan rutin dilakukan di kawasan Roxy dan memanfaatkan fasilitas umum.
Salah seorang wali murid yang memasukkan dua anaknya ke NEBS Academy mengatakan, dukungan orang tua menjadi salah satu kekuatan komunitas tersebut. Kekompakan itu terlihat ketika NEBS menggelar lomba untuk menyemarakkan HUT ke-81 RI pada Minggu (16/8).
"NEBS sudah ada sejak tahun 2013. Sekarang sudah mulai terbentuk NEBS Academy khusus untuk pembinaan berkelanjutan," ungkapnya, Senin (17/8).
Menurut dia, antusiasme orang tua cukup tinggi. Ketika lomba digelar, jumlah peserta cukup banyak karena mendapat dukungan penuh dari keluarga para pecinta sepatu roda.
Tak hanya menggelar kegiatan komunitas, pembinaan yang dilakukan mulai membuahkan hasil. Pada 2026, dua anak didik NEBS Academy telah menorehkan prestasi dalam sejumlah kejuaraan.
Satu atlet berhasil meraih juara kedua pada dua kategori dalam RX Series di Kabupaten Malang. Sementara atlet lainnya meraih juara ketiga dalam BTS Cup di Surabaya.
"Kalau yang tahun 2026 ada dua anak didik yang mendapatkan hasil juara. Lomba di Kabupaten Malang mendapat juara dua di dua kategori. Di Surabaya juga ada yang dapat juara tiga," imbuhnya.
Untuk menjaga kemampuan atlet, anak-anak NEBS Academy rutin berlatih setiap pekan. Selain latihan di kawasan Roxy, mereka memanfaatkan momentum Car Free Day pada Minggu pagi untuk berlatih bersama.
Rachman, salah seorang pengurus, mengatakan latihan selama ini masih mengandalkan fasilitas umum. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam pengembangan pembinaan atlet secara maksimal.
"Anak NEBS Academy rutin latihan. Untuk tempatnya masih pakai fasilitas umum. Andaikan ada tempat khusus mungkin lebih enak," ucap Rachman.
Padahal, menurut dia, olahraga sepatu roda memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak. Selain melatih kekuatan fisik dan mental, olahraga tersebut juga dapat meningkatkan kepercayaan diri.
Dampak lainnya dirasakan langsung oleh orang tua. Anak-anak menjadi lebih aktif bergerak dan mengurangi ketergantungan terhadap gawai.
"Anak saya sendiri, sejak gabung NEBS Academy sudah jarang main HP. Sekarang hobinya jatuh ke sepatu roda," ujarnya.
Rachman menilai potensi atlet sepatu roda di Situbondo sebenarnya cukup besar. Banyak anak memiliki minat, tetapi pembinaan dan fasilitas latihan yang representatif belum tersedia secara optimal.
Dia optimistis, jika pemerintah maupun pihak terkait menyediakan wadah dan fasilitas yang memadai, anak-anak binaan NEBS Academy dapat bersaing di berbagai kejuaraan sekaligus membawa nama Situbondo.
"Saya sering mengikutkan anak saya ikut lomba sepatu roda. Kalau di Situbondo difasilitasi, saya yakin anak didik NEBS Academy kalau ikut lomba dapat juara dan bisa mengharumkan nama Situbondo," katanya.
Menurutnya, pembinaan atlet sepatu roda tidak harus membutuhkan waktu bertahun-tahun. Dengan latihan yang konsisten dan terarah, bibit potensial bisa berkembang menjadi atlet berprestasi.
"Bibit profesional sudah banyak. Tinggal wadahnya yang harus segera disiapkan," pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono
Sumber : Radar Situbondo